Api membakar badan Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulut. Gunung Lokon Ditetapkan Kementerian Kehutanan sebagai Cagar Alam. ANTARA/Karel A Polakitan
100 Hektare Lahan Cagar Alam Gunung Lokon di Tomohon Dilalap Api
Whisnu Mardiansyah • 13 October 2026 18:09
Tomohon: Kebakaran melanda kawasan Cagar Alam Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Hingga pukul 13.00 Wita, Selasa, 13 Oktober 2026 lebih dari 100 hektare kawasan konservasi tersebut dilaporkan terbakar.
Personel Resort Cagar Alam Gunung Lokon, Hairil, mengatakan kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Luas keseluruhan kawasan cagar alam itu diperkirakan mencapai 720 hektare.
"Luas kawasan cagar alam ini sekitar 720 hektare, sementara areal yang terbakar hingga pukul 13.00 Wita 100 hektare lebih," kata Hairil di Manado, seperti dilansir Antara, Selasa, 13 Oktober 2026.
Menurut Hairil, api bergerak ke arah utara, tepatnya di sekitar kawasan Batu Licin. Kondisi angin dikhawatirkan membuat kobaran api terus meluas.
Pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran. Ada indikasi api berasal dari pembakaran, tetapi dugaan tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut.
"Kami masih menyelidiki, ada indikasi dibakar," ujarnya.
Baca Juga :
Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan Siswa, Pemkot Palembang Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh
Upaya pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan personel Polres Tomohon, TNI, pemerintah kota, unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta masyarakat. Petugas berupaya mengendalikan api agar tidak menjalar ke wilayah lain.
"Fokus kami masih memadamkan api agar tidak meluas dan menjangkau areal permukiman," katanya menambahkan.
Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan api merambat ke permukiman warga yang berada di kawasan lereng.
Hairil juga mengajak masyarakat di sekitar lokasi untuk membantu upaya penanganan kebakaran. Keterlibatan warga diharapkan dapat mendukung petugas mencegah api meluas hingga mendekati tempat tinggal penduduk.
"Kami berharap warga sekitar bahu-membahu, bergotong-royong agar kebakaran tidak meluas dan menjangkau permukiman," harap Hairil.