Sulit Bernapas? Simak 6 Penyakit Akibat Polusi Udara saat Musim Kemarau

Ilustrasi: Andy Chi/Pexels

Sulit Bernapas? Simak 6 Penyakit Akibat Polusi Udara saat Musim Kemarau

Riza Aslam Khaeron • 10 July 2026 19:01

Jakarta: Tingkat polusi udara di Jakarta menunjukkan pola yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data pada situs pemantau kualitas udara IQAir hari ini, Jumat, 7 Juli 2026, indeks kualitas udara Jakarta berada pada kategori sedang dengan angka 89.

Bahkan, status ini diperkirakan dapat meningkat menjadi tidak sehat bagi kelompok sensitif. Berdasarkan informasi dari situs resmi Rumah Sakit Siloam, polusi udara dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan, terutama meningkatkan risiko terkena penyakit paru-paru.

Kondisi tersebut berpotensi marak terjadi ketika musim kemarau. Oleh karena itu, penting untuk mengenal lebih dalam mengenai berbagai penyakit akibat polusi udara agar Anda dapat melakukan langkah pencegahan sejak dini.

Berikut daftar 6 penyakit akibat polusi udara
 

Daftar Penyakit Akibat Polusi Udara


Ilustrasi: Towfiqu barbhuiya/Pexels
 

1. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

ISPA menjadi salah satu penyakit paling umum akibat polusi udara. Udara yang tercemar mengandung bahan beracun seperti karbon monoksida, partikulat, nitrogen dioksida, dan sulfur dioksida yang dapat mengganggu fungsi organ pernapasan Anda.

2. Asma

Polusi udara merupakan salah satu pemicu utama serangan asma. Hal ini karena asma adalah penyakit kronis pada saluran pernapasan dengan gejala sulit bernapas, batuk, dan nyeri dada akibat menyempitnya otot-otot di saluran pernapasan.

3. Bronkitis

Bronkitis terjadi akibat adanya peradangan pada lapisan saluran bronkus. Penyakit ini ditandai dengan gejala batuk, baik batuk kering maupun batuk berdahak. Umumnya, dahak yang keluar pada penderita bronkitis berwarna bening, kehijauan, atau kekuningan.

4. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Penyakit ini menyerang paru-paru dan disebabkan oleh paparan polusi udara kotor, baik di luar maupun di dalam ruangan. PPOK dapat menyebabkan kerusakan permanen pada paru-paru dengan gejala yang mirip dengan bronkitis, tetapi berlangsung dalam jangka waktu yang jauh lebih panjang (kronis).

5. Kanker Paru-Paru

Zat berbahaya di dalam polusi udara yang mengandung senyawa karsinogen (pemicu kanker) dapat mengakibatkan kanker paru-paru, terutama bagi lansia yang berusia di atas 40 tahun. Masyarakat yang sering terpapar asap industri di lingkungan kerja juga memiliki potensi yang jauh lebih besar untuk terkena penyakit ini.

6. Penyakit Jantung dan Stroke

Polusi udara juga dapat memengaruhi kelancaran aliran darah di dalam tubuh. Paparan polusi yang terlalu sering dan berlebih dapat membuat pembuluh darah menjadi kaku dan menyempit. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat memicu stroke dan penyakit jantung, terlebih jika penderita juga menerapkan pola hidup yang tidak sehat.
 
Baca Juga:
Musim Kemarau Tiba, Simak Daftar Lengkap Penyakit yang Mesti Diwaspadai
 

Tips Menjaga Kesehatan dari Polusi Udara

Oleh karena itu, demi menjaga kesehatan, kita perlu melindungi diri dari polusi udara dan tidak menganggap remeh risikonya. Anda dapat menghindari risiko penyakit akibat polusi udara dengan melakukan langkah-langkah berikut:
  • Selalu kenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk membantu mengurangi paparan polusi yang masuk ke saluran pernapasan dan paru-paru.
  • Batasi atau hindari aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara sedang berada pada kategori tidak sehat.
  • Terapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mencukupi waktu istirahat, rutin mencuci tangan, serta menghindari kebiasaan merokok.
  • Saat mengendarai mobil, tutup seluruh jendela dan nyalakan pendingin udara (AC) menggunakan mode resirkulasi agar udara kotor dari luar tidak masuk ke dalam kabin.
  • Hindari menyalakan sumber api di dalam ruangan karena dapat memperburuk kualitas udara di dalam rumah Anda.
  • Gunakan tanaman hias pembersih udara atau alat penyaring udara (air purifier) untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam ruangan tetap bersih.
(Eunike Michelle Gultom)

(Riza Aslam Khaeron)