Iran meluncurkan rentetan rudal ke sejumlah negara Teluk usai serangan gabungan AS dan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026. (Anadolu Agency)
Uni Emirat Arab Kembali Cegat Sejumlah Serangan Rudal dan Drone Iran
Willy Haryono • 22 March 2026 12:48
Abu Dhabi: Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan bahwa sistem pertahanan udara dan pesawat jet tempur mereka telah kembali berhasil mencegat serangan rudal dan drone Iran pada Minggu, 22 Maret 2026.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip Anadolu Agency, pihak kementerian menyebutkan bahwa suara ledakan yang terdengar di berbagai wilayah UEA tersebut merupakan hasil dari intersepsi sistem pertahanan udara terhadap rudal balistik, serta operasi jet tempur yang menargetkan drone dan rudal jelajah.
UEA menegaskan bahwa sistem pertahanannya telah bekerja secara aktif untuk menangkal ancaman udara yang masuk ke wilayah negara tersebut.
Kendati begitu, pihak kementerian tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait jumlah serangan yang berhasil dicegat maupun potensi kerusakan atau korban akibat insiden tersebut.
Pada 13 Maret lalu, UEA melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka telah berhasil mencegat sedikitnya 278 rudal balistik, 1.540 drone, dan 15 rudal jelajah Iran.
Peluncuran rudal dan drone ini merupakan kelanjutan dari meningkatnya ketegangan di kawasan sejak 28 Februari lalu, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer Amerika Serikat.
Baca juga: Serangan Drone Iran Hantam Bandara Dubai dan Pelabuhan Minyak Strategis UEA