Ilustrasi modernisasi pertanian. Foto: Kawanlama.com
Indonesia Manfaatkan BRICS Kebut Modernisasi Pertanian Nasional
Husen Miftahudin • 15 June 2026 11:44
Jakarta: Indonesia memanfaatkan kerja sama BRICS untuk mempercepat modernisasi sektor pertanian nasional, memperkuat ketahanan pangan, memperluas akses teknologi dan investasi, serta meningkatkan produktivitas guna mendukung target swasembada pangan.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Ali Jamil mengatakan kerja sama negara-negara BRICS membuka peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat sistem pangan nasional melalui percepatan transformasi pertanian.
"Kerja sama ini membuka ruang untuk percepatan modernisasi pertanian, peningkatan produktivitas, serta pengembangan sistem pertanian yang berkelanjutan," ujar Ali saat mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Pertemuan Menteri Pertanian BRICS Presidensi India 2026 di Indore, India, dikutip dari Antara, Senin, 15 Juni 2026.
Ali menjelaskan pertemuan yang mengusung tema Building for Resilience, Innovation, Cooperation, and Sustainability tersebut menghasilkan deklarasi bersama.
Deklarasi itu menegaskan komitmen negara-negara BRICS untuk memperkuat ketahanan pangan global, meningkatkan kesejahteraan petani kecil, perempuan, dan generasi muda, serta memperluas kolaborasi di bidang inovasi, teknologi, perdagangan, dan pembangunan pertanian berkelanjutan.
Dalam forum itu, Indonesia menyampaikan dukungan terhadap penguatan kerja sama di sektor perbenihan, sarana produksi pertanian, sumber daya genetik tanaman, serta pertanian digital.
"Indonesia sangat menghargai pertemuan para Menteri Pertanian BRICS ini sebagai platform penting untuk memperkuat kerja sama menuju sistem pertanian dan pangan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan," kata Ali.
| Baca juga: Wamenko Pangan Dorong Riset Sapi Tropis Demi Perkuat Kemandirian Susu Nasional |
Fokus pada teknologi dan inovasi pertanian
Indonesia juga menekankan pentingnya peran petani dalam menjaga keanekaragaman hayati pertanian sekaligus menjamin keberlanjutan sistem pangan nasional.
Hasil pertemuan tersebut membuka sejumlah peluang strategis, termasuk perluasan kerja sama riset, inovasi, dan alih teknologi melalui BRICS Agricultural Research Platform (BARP).
Selain itu, Indonesia berpeluang memperkuat kolaborasi di bidang benih, sumber daya genetik, pupuk, dan sarana produksi pertanian melalui BRICS AGRIN guna mendukung peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan nasional.
Deklarasi BRICS juga membuka peluang pengembangan pertanian digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pemantauan berbasis satelit, serta layanan penyuluhan digital untuk mendukung modernisasi sektor pertanian.
Kerja sama juga berpotensi diperluas ke sektor peternakan, pakan, kesehatan hewan, perikanan, dan akuakultur. Selain itu, negara-negara BRICS mendorong peningkatan kapasitas pada sektor pascapanen, penyimpanan, rantai dingin, serta pengurangan kehilangan pangan untuk meningkatkan nilai tambah dan pendapatan petani.
Di bidang perdagangan, BRICS memperkuat kerja sama terkait keamanan pangan, standar sanitari dan fitosanitari (SPS), serta sertifikasi digital. Langkah ini dinilai dapat memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar global.
BRICS juga menyepakati penguatan kerja sama di bidang pertanian tahan iklim, agroekologi, dan pertanian regeneratif.

(Ilustrasi, alsintan. Foto: dok Istimewa)
Modernisasi jadi kunci ketahanan pangan
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan modernisasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi, mekanisasi, dan penguatan kapasitas petani menjadi kunci menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika pangan global.
"Modernisasi pertanian menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Kita mendorong pertanian berbasis inovasi dan teknologi. Dengan teknologi, produktivitas meningkat, indeks pertanaman naik, biaya produksi turun, dan kesejahteraan petani terdorong meningkat," ujar Amran.
Melalui kerja sama BRICS, Indonesia berpeluang memperluas akses terhadap inovasi, teknologi, investasi, dan pasar yang dapat mempercepat transformasi pertanian nasional.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung pencapaian swasembada pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan pertanian utama di kawasan dan dunia.