Ilustrasi industri MICE. Foto: dok ICE BSD.
Industri MICE Indonesia Makin Dilirik Dunia
Ade Hapsari Lestarini • 1 July 2026 13:13
Tangerang Selatan: Industri Meetings, Incentives, Conventions and Exhibitions (MICE) terus menunjukkan peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Indonesia.
Hingga September 2025, sebanyak 134 event nasional telah diselenggarakan dengan total 10,8 juta pengunjung. Indonesia juga menempati peringkat ke-37 dunia dan keempat di ASEAN dalam industri MICE, memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi penyelenggaraan konferensi dan pameran internasional.
Pemerintah menargetkan kontribusi devisa sektor MICE meningkat dari sekitar 10 persen menjadi 15 persen pada 2029. Target tersebut akan ditempuh melalui penguatan ekosistem penyelenggaraan event, peningkatan daya saing destinasi, serta perluasan dampak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Momentum tersebut membuka peluang lebih besar bagi Indonesia menjadi tuan rumah berbagai forum internasional. Salah satunya melalui penunjukan Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD sebagai tuan rumah Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026.
General Manager ICE BSD Siti Karmila mengatakan penunjukan tersebut menjadi pengakuan atas kapasitas dan standar operasional ICE BSD dalam menyelenggarakan acara berskala internasional.
"Penunjukan ICE BSD sebagai tuan rumah GSDC 2026 merupakan kehormatan sekaligus pengakuan terhadap kapasitas dan standar operasional yang telah kami bangun selama bertahun-tahun. Kami berkomitmen tidak hanya menghadirkan fasilitas terbaik, tetapi juga menjadi hub kolaborasi global untuk mendorong inovasi dan pertukaran pengetahuan demi percepatan pembangunan berkelanjutan," ujar Siti, dalam keterangan tertulis, Rabu, 1 Juli 2026.
Baca Juga :
Industri MICE Diprediksi Naik 15 Persen di 2026

Partisipan Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 membuang hasil kumpulan sampah daur ulang ke Reverse Vending Machine (RVM). Foto: dok Rekosistem.
Dorong standar MICE berkelanjutan
Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan penyelenggaraan acara yang ramah lingkungan, ICE BSD terus mengembangkan berbagai inisiatif keberlanjutan, mulai dari efisiensi energi melalui pemanfaatan pencahayaan alami, penggunaan lampu LED hemat energi, sistem daur ulang air, hingga penyediaan stasiun pengisian kendaraan listrik (EV charging station).
ICE BSD juga berkolaborasi dengan Rekosistem dalam pengelolaan sampah terpadu melalui penyediaan tempat sampah terpilah, edukasi pemilahan sampah, serta reverse vending machine (RVM) untuk mendorong partisipasi peserta dalam mendaur ulang kemasan.
Selama penyelenggaraan GSDC 2026, sebanyak 1,62 ton sampah berhasil dikelola. Dari jumlah tersebut, tingkat pemulihan (recovery rate) mencapai 41 persen sehingga sampah dapat dialihkan dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) untuk didaur ulang. Upaya tersebut juga diklaim mampu mengurangi emisi karbon hingga 667,9 kilogram CO2.
GSDC 2026 diikuti lebih dari 5.000 peserta, sekitar 500 pembicara, 200 peserta pameran, serta delegasi dari lebih dari 100 negara. Forum ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Dengan area pameran lebih dari 85 ribu meter persegi, ICE BSD menjadi salah satu pusat MICE terbesar di Indonesia. Lokasinya yang terintegrasi dengan kawasan BSD City, jaringan hotel, serta akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta mendukung penyelenggaraan berbagai konferensi, pameran, konser, dan forum internasional.