Doa Jumat Agung Umat Katolik Versi Vatikan 

Ilustrasi: Freepik

Doa Jumat Agung Umat Katolik Versi Vatikan 

Riza Aslam Khaeron • 1 April 2026 17:04

Jakarta: Jumat Agung adalah salah satu hari paling sakral dalam kalender liturgi umat Kristen di seluruh dunia. Hari ini memperingati sengsara dan wafat Yesus Kristus di kayu salib — peristiwa yang menjadi inti dari iman Kristiani

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, Jumat Agung ditetapkan sebagai hari libur nasional dan akan jatuh pada Jumat, 3 April 2026.

Jumat Agung bermula sebagai hari berkabung atas wafatnya Yesus, yang disertai dengan puasa dan doa. Untuk umat Kristen yang sedang mencari rujukan doa untuk menyambut hari agung ini, bisa menggunakan contoh doa dibawah ini yang dikutip langsung dari laman resmi Vatikan, vaticannews.va.
 

Doa Jumat Agung Versi Vatikan

Berikut adalah doa Jumat Agung yang dipersembahkan oleh Vatikan, ditulis oleh Pastor Andrea Vena:

Tuhan Yesus,
Yang Disalibkan,
pada seruan-Mu dalam penderitaan,
aku mempersatukan penderitaanku
ketakutan dan kegagalanku,
khayalanku dan kehampaan hatiku.
Aku berseru menyampaikan kebutuhanku kepada-Mu.

Tuhan Yesus,
Yang Disalibkan,
aku menjadikan diriku seorang pendoa syafaat
atas nama semua saudara-saudariku:
aku membawa dan mempersatukan dengan seruan-Mu
tangisan hati yang berduka
atas orang-orang terkasih yang telah meninggal.

Tuhan Yesus,
Yang Disalibkan,
aku membawa dan mempersatukan dengan seruan-Mu
kecemasan orang sakit dan lanjut usia,
kelelahan para tenaga kesehatan,
kepayahan banyak keluarga,
ketidakpedulian anak-anak dan remaja.

Tuhan Yesus,
Yang Disalibkan,
aku membawa dan mempersatukan dengan seruan-Mu
kekhawatiran para pengusaha,
ketidakpastian para pekerja,
kegelisahan para guru,
kebingungan komunitas-komunitas Kristiani kami.

Tuhan Yesus,
Yang Disalibkan,
terimalah seruan kami dan dengarkanlah kami.
Ajarlah kami untuk mempercayakan diri
ke dalam pelukan kasih
Bapa-Mu dan Bapa kami.

Tuhan Yesus,
Yang Disalibkan,
terimalah seruan kami dan dengarkanlah kami,
sebab kami yakin bahwa tidak ada sesuatu pun terjadi
yang bukan bagian dari rencana kasih-Mu.
Ajarlah kami untuk percaya
bahwa di dalam Engkau, segala sesuatu memiliki makna.

Tuhan Yesus,
Yang Disalibkan,
aku percaya kepada-Mu. Aku menyerahkan diriku kepada-Mu.

 
Baca Juga:
Pemuda Katolik di Bangka Barat Bantu Amankan Salat Idulfitri

Doa ini mencerminkan inti spiritualitas Jumat Agung: bukan sekadar mengenang peristiwa sejarah, tetapi menyatukan diri dengan Kristus yang tersalib dalam segala dimensi kehidupan manusia. Penderitaan pribadi, kepedihan keluarga, kelelahan para pekerja, hingga kebingungan komunitas — semuanya dibawa dan disatukan ke dalam seruan Yesus dari atas salib.

Seperti yang dikatakan Kitab Suci melalui nabi Yesaya: "Ia menanggung kelemahan kita dan memikul penyakit kita" (Yesaya 52:13–53:12).

Di bawah bayang-bayang Jumat Agung, setiap orang diundang untuk berdiri di hadapan salib dan membiarkan seluruh pertanyaan hidup diterangi oleh cahaya kasih Kristus. Sebab Dialah yang "menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh kemiskinan-Nya" (2 Kor 8:9).

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)