Iran Sindir Slogan America First, Tuduh AS Cari Untung dari Konflik

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Foto: Anadolu

Iran Sindir Slogan America First, Tuduh AS Cari Untung dari Konflik

Fajar Nugraha • 3 April 2026 14:05

Teheran: Pemerintah Iran menyindir kebijakan luar negeri Amerika Serikat dengan menilai slogan “America First” tidak sejalan dengan tindakan di lapangan.

Kritik ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, AS, dan Israel. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menilai perang yang terjadi justru menguntungkan pihak tertentu.

“Tidak ada yang mencerminkan ‘America First’ selain meluncurkan perang untuk rezim asing sambil mencari keuntungan,” ujar Menlu Araghchi melalui media sosial.

Laporan Financial Times mengungkap adanya broker keuangan yang terkait dengan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, yang menjajaki investasi besar di sektor industri militer sebelum eskalasi konflik. Broker tersebut disebut beroperasi melalui Morgan Stanley dan menghubungi BlackRock untuk menanamkan dana pada produk investasi sektor pertahanan.

Di sisi lain, Iran menilai eskalasi konflik juga dipicu dorongan Israel terhadap Amerika Serikat. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, disebut berupaya meyakinkan Presiden AS, Donald Trump, agar menyetujui langkah militer terhadap Iran.

Dilansir dari media Press TV, Ketua Parlemen Iran, Mohammad-Baqer Qalibaf, turut mengkritik dampak kebijakan tersebut terhadap warga AS. Ia menyoroti laporan bahwa masyarakat Amerika harus mengurangi konsumsi karena kenaikan harga energi akibat konflik.

Sebagai respons, Iran menutup Selat Hormuz bagi kapal yang dianggap sebagai musuh, yang berdampak pada lonjakan harga energi global. Qalibaf menyindir kondisi tersebut dengan menyatakan bahwa kebijakan saat ini bukan lagi “America First”, melainkan “Israel First”.

(Keysa Qanita)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)