Manuver kapal perang di Selata Hormuz. Foto: Anadolu
Korsel-Prancis Sepakat Perkuat Keamanan Jalur Pelayaran Selat Hormuz
Muhammad Reyhansyah • 3 April 2026 22:20
Seoul: Korea Selatan dan Prancis berjanji untuk bekerja sama dalam mengamankan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz saat para pemimpin kedua negara menggelar pertemuan puncak di Seoul.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang tengah melakukan kunjungan kenegaraan di istana kepresidenan, demikian dilaporkan Yonhap News.
"Presiden Macron dan saya sepakat untuk berbagi pengalaman serta strategi terkait kebijakan guna bersama-sama mengatasi krisis ekonomi dan energi yang dipicu oleh perang Timur Tengah. Kami juga bersepakat untuk bekerja sama dalam mengurangi ketidakpastian ekonomi global," ujar Lee dalam konferensi pers bersama setelah pertemuan tersebut, seperti dikutip Anadolu.
Macron tiba dalam kunjungan kenegaraan pertamanya ke Korea Selatan sejak menjabat pada 2017 dan disambut melalui upacara resmi di istana kepresidenan.
Korea Selatan dan Prancis sepakat meningkatkan perdagangan dan investasi dengan menetapkan target perdagangan bilateral tahunan sebesar 20 miliar dolar AS pada 2030, naik dari USD15 miliar AS pada tahun lalu.
Kedua negara juga menandatangani sejumlah perjanjian untuk memperluas kerja sama di sektor teknologi maju seperti kecerdasan buatan, semikonduktor, dan teknologi kuantum, serta membentuk komite sains dan teknologi setingkat menteri.
Selain itu, kerja sama juga diperkuat di bidang energi dan mineral penting, dengan perusahaan seperti Korea Hydro & Nuclear Power, Orano, Framatome, dan EDF menandatangani kesepakatan terkait proyek energi nuklir dan tenaga angin lepas pantai.
Kedua negara juga sepakat memperdalam kerja sama di sektor luar angkasa, pertahanan, dan budaya, melanjutkan nota kesepahaman antara lembaga warisan budaya kedua negara.
Lee juga mengatakan bahwa ia telah memberi penjelasan kepada Macron mengenai upaya untuk melanjutkan kembali dialog dengan Pyongyang, dengan kedua pemimpin menegaskan kembali dukungan terhadap perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.