Prancis Tegaskan NATO Tidak Diperuntukkan Operasi di Selat Hormuz

Selat Hormuz memiliki peran penting dalam perdagangan energi dunia. Foto: Press TV

Prancis Tegaskan NATO Tidak Diperuntukkan Operasi di Selat Hormuz

Fajar Nugraha • 2 April 2026 22:47

Paris: Wakil Menteri Pertahanan Prancis, Alice Rufo, menegaskan bahwa Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) tidak dirancang untuk operasi di Selat Hormuz.

Pernyataan ini disampaikan pada Rabu, 1 April 2026, di forum yang diselenggarakan oleh Le Point.

Rufo menyampaikan bahwa penggunaan NATO untuk operasi di kawasan tersebut tidak sesuai dengan hukum internasional. Ia juga menekankan bahwa NATO berfokus pada keamanan wilayah Euro-Atlantik, bukan operasi di luar mandat tersebut.

“Perlu diingat bahwa NATO adalah aliansi militer yang berfokus pada keamanan wilayah Euro-Atlantik,” ujar Rufo, dikutip dari Anadolu Kamis, 2 April 2026.

Ia menegaskan bahwa peran NATO adalah menjaga stabilitas kawasan anggotanya.

Prancis juga tidak mendukung inisiatif Amerika Serikat untuk membuka kembali Selat Hormuz melalui koalisi militer. Rufo menyebut Paris lebih memilih pendekatan non-ofensif untuk menjaga arus dan kebebasan navigasi laut.

Ia menambahkan bahwa Pasal 5 NATO menekankan prinsip pertahanan kolektif. Menurutnya, kekuatan aliansi akan lebih terjaga jika tetap bersatu dan fokus pada tujuan utama.

Rufo juga menyoroti pentingnya peran Eropa dalam memperkuat pertahanan sendiri di dalam aliansi. Ia menyatakan bahwa tanggung jawab pertahanan tidak hanya bergantung pada satu negara.

Di tengah dinamika hubungan transatlantik yang kembali tegang pasca konferensi Munich, Rufo menekankan pentingnya kepercayaan antar sekutu. Ia menyebut kepercayaan dibangun melalui kesiapan untuk saling mempertahankan dan memperkuat kerja sama.

(Keysa Qanita)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)