Prajurit TNI Kopral Dua (Kopda) Anumerta (Anm) Farizal Rhomadhon sudah dimakamkan di Kulon Progo
Penyelidikan UNIFIL Sebut Tembakan Tank Israel Penyebab Gugurnya Prajurit TNI
Fajar Nugraha • 8 April 2026 03:10
Beirut: Sebuah proyektil yang menewaskan seorang penjaga perdamaian PBB di Lebanon bulan lalu ditembakkan oleh tank militer Israel.
Fakta itu disampaikan oleh Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) pada Selasa 7 April 2026 yang menyimpulkan investigasinya atas insiden yang telah menyebabkan gugurnya prajurit TNI Kopral Dua (Kopda) Anumerta (Anm) Farizal Rhomadhon.
“Berdasarkan analisis lokasi dampak dan pecahan yang ditemukan di posisi tersebut, peluru itu adalah proyektil persenjataan utama tank 120mm yang ditembakkan oleh tank Merkava Israel dari timur, ke arah Ett Taibe,” ujar keterangan UNIFIL, dikutip dari Anadolu, Rabu 8 April 2026.
Kopda (Anm) Farizal Romadhan gugur pada malam 29 Maret ketika sebuah proyektil menghantam posisi UNIFIL di dekat Adchit Al Qusayr.
Seorang penjaga perdamaian lainnya terluka parah dalam serangan tersebut. Pada saat itu, UNIFIL mengatakan, asal usul proyektil tersebut tidak diketahui dan meluncurkan penyelidikan.
Dalam pernyataan awalnya, UNIFIL mengatakan, serangan yang disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 yang mengakhiri Perang Lebanon 2006, dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Anggota UNIFIL ditahan Israel
Pada insiden terbaru UNIFIL mengatakan bahwa pada Selasa malam militer Israel menahan salah satu penjaga perdamaiannya “setelah memblokir konvoi logistik.”“Penjaga perdamaian tersebut dibebaskan dalam waktu satu jam setelah para pejabat tinggi UNIFIL turun tangan,” kata UNIFIL.
UNIFIL mereka mencatat bahwa “penahanan apa pun terhadap penjaga perdamaian PBB merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional” dan menyerukan “penghormatan penuh” terhadap status perlindungan mereka dan kebebasan bergerak mereka.