Mendiktisaintek Temukan 7 Ribu Data Anomali Pelaksanaan UTBK

Mendiktisaintek Brian Yuliarto. Foto: Dok. Kemendikti Saintek.

Mendiktisaintek Temukan 7 Ribu Data Anomali Pelaksanaan UTBK

Despian Nurhidayat • 24 April 2026 09:52

Jakarta: Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto, menyampaikan temuan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Yakni, penemuan 7.000 data anomali.

“Saat ini, kami juga masih menganalisis sekitar 7.000 data anomali untuk sesi-sesi selanjutnya," kata Brian dikutip dari Media Indonesia, Jumat, 24 April 2026.

Brian menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan mitigasi terhadap berbagai potensi kecurangan yang terjadi dalam pelaksanaan UTBK. Data anomali tersebut sudah dipetakan sejak awal.

"Artinya, langkah antisipasi yang disiapkan sebelumnya cukup membantu panitia dalam mendeteksi indikasi kecurangan secara lebih dini,” ungkap Brian.

Brian menegaskan, analisis data tersebut dinilai penting. Sehingga, pencegahan kecurangan bisa dilakukan dengan tepat.  

"Analisis ini penting agar upaya pencegahan bisa dilakukan semakin tepat, sekaligus memperkuat kewaspadaan panitia di lapangan,” tegas Brian. 

Brian berharap, dengan semakin teridentifikasinya berbagai model kecurangan yang digunakan, hal ini dapat menjadi pengingat bagi para peserta agar mengurungkan niat untuk melakukan pelanggaran pada sesi-sesi berikutnya. 

Ilustrasi SNPMB. Foto: Istimewa.

“Pada saat yang sama, panitia pusat UTBK juga tetap menerapkan SOP secara konsisten serta memperketat pengawasan di seluruh titik pelaksanaan,” sebut Brian. 

Selain itu, Brian berencana untuk melakukan pemantauan secara langsung ke pusat UTBK di Universitas Tanjungpura besok. 

“Rencananya, besok saya juga akan memantau langsung pelaksanaan UTBK yang dilaksanakan di Universitas Tanjungpura, agar kami bisa melihat secara langsung situasi di lapangan sekaligus memastikan seluruh proses berjalan dengan baik, tertib, dan sesuai ketentuan,” pungkas Brian.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)