Daging sapi. Foto: Dok. Metrotvnews.com.
Antisipasi Gejolak Global, Stok Daging Sapi Jakarta Ditambah Dua Kali Lipat
Fachri Audhia Hafiez • 28 April 2026 08:19
Jakarta: Perumda Dharma Jaya mengambil langkah proaktif dengan memperkuat cadangan stok bahan baku, khususnya daging sapi, guna menghadapi ancaman kelangkaan pangan akibat gejolak global. Langkah ini diambil sebagai respons atas ketidakpastian logistik internasional serta kebijakan stok di negara asal.
“Selagi kondisi masih relatif terkendali, kami memperkuat cadangan stok. Untuk sapi, bulan depan rencana pembelian ditingkatkan dari 500 menjadi 1.000 ekor sebagai langkah antisipasi,” ujar Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 27 April 2026.
Raditya menjelaskan, meskipun kondisi pasar saat ini masih relatif normal, pihaknya tetap mewaspadai potensi hambatan pada kapal logistik dan kelangkaan bahan bakar. Selain daging sapi, Dharma Jaya juga menjamin ketersediaan pasokan ayam melalui penjajakan distribusi ke wilayah Pulau Jawa, seperti Blitar.
Strategi ketahanan pangan Jakarta ini juga melibatkan kolaborasi intensif dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) lainnya, seperti PT Food Station Tjipinang Jaya. Kerja sama ini difokuskan pada penguatan stok serta penyelenggaraan bazar pangan murah untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
“Kolaborasi dengan BUMD lain, termasuk Food Station, saat ini difokuskan pada penguatan stok dan kegiatan rutin seperti bazar pangan. Jika terjadi gejolak, bentuk kerja sama akan lebih intensif,” kata Raditya.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman. Foto: ANTARA/HO-Perumda Dharma Jaya.
Mengingat 98 persen kebutuhan pangan Jakarta bergantung pada daerah lain, Raditya menekankan pentingnya sinergi antardaerah dan BUMN. Meski begitu, ia memastikan pihaknya tetap menjaga keseimbangan pasar di daerah produsen agar tidak terjadi ketimpangan distribusi.
“Kami tidak ingin seluruh pasokan ditarik ke Jakarta. Daerah juga harus tetap memiliki pasar. Peran kami bisa dalam bentuk dukungan permodalan maupun peningkatan kapasitas,” urainya.
Melalui perluasan kerja sama dan peningkatan tata kelola stok, Dharma Jaya optimistis dapat mengamankan ketersediaan protein hewani bagi warga Jakarta hingga satu tahun ke depan, sekaligus mendukung stabilitas pangan secara nasional.