Dishub Jabar Waspadai Ancaman Longsor dan Rob di Jalur Mudik Lebaran 2026

Ilustrasi. Medcom.id

Dishub Jabar Waspadai Ancaman Longsor dan Rob di Jalur Mudik Lebaran 2026

Lukman Diah Sari • 10 March 2026 11:28

Bandung: Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat (Dishub Jabar) mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang diprediksi membayangi kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026/1447 H. Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dhani Gumelar menerangkan ancaman bencana berdasarkan informasi BMKG, khususnya ada di jalur selatan yang memiliki topografi rawan longsor akibat tingginya curah hujan.

"Kalau titik rawan bencana, sebagaimana diinformasikan BMKG, terutama ada di selatan. Wilayah itu rawan longsor karena curah hujan atau hidrometeorologi masih cukup tinggi," kata Dhani di Bandung, Senin, 9 Maret 2026, melansir Antara.


Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dhani Gumelar bersama jajarannya memberikan keterangan di Graha Perhubungan Jawa Barat, Kabupaten Bandung, Senin (9/3/2026). (ANTARA/Ricky Prayoga)

Sementara itu, kata Dhani, untuk Jalur Pantura, ancaman banjir rob akibat kenaikan muka air laut juga perlu menjadi perhatian serius. Karena berbagai potensi tersebut, pemudik yang memilih jalur alternatif selatan ataupun utara diimbau meningkatkan kewaspadaan ekstra.

Dishub Jabar juga terus memetakan titik-titik krusial kerawanan untuk membantu masyarakat. Dhani mengungkapkan selain potensi bencana hidrometeorologi, pihaknya juga mewaspadai konsentrasi kepadatan jalur karena volume kendaraan yang lebih dari biasanya.

Menurut Dhani, konsentrasi kepadatan kendaraan akan terbagi dalam dua fase utama, yakni sebelum lebaran di gerbang tol dan sesudah lebaran di jalur menuju destinasi wisata. Sejumlah titik yang diprediksi menjadi urat nadi kepadatan meliputi Gerbang Tol Pasteur (Bandung), Jalur Nagreg (Kabupaten Bandung), serta kawasan Ciawi (Bogor).

Dhani menyebut titik-titik tersebut merupakan pertemuan arus kendaraan yang akan diurai melalui penyiagaan petugas dan prasarana lapangan. Memasuki fase pasca-lebaran, Dishub Jabar mengalihkan fokus pengamanan ke jalur wisata favorit seperti Puncak, Lembang, Ciwidey, Cipanas Garut, Cilimus Kuningan, hingga kawasan pesisir selatan.

"Sesudah lebaran biasanya banyak masyarakat yang melakukan kegiatan wisata. Diprediksi terjadi di Puncak, Lembang, Ciwidey, Cipanas Garut, Cilimus Kuningan, dan yang paling favorit di selatan seperti Pangandaran dan Palabuhanratu,” jelas dia.

Dishub Jabar juga mengantisipasi hambatan samping berupa pasar tumpah pada H-3 lebaran dengan menggandeng Satpol PP dan kepolisian untuk melakukan kanalisasi serta pembatasan bahu jalan. "Untuk penyeberangan warga nanti hanya satu tempat sehingga tidak terpencar. Itu akan dibatasi menggunakan barrier tertentu supaya tidak mengganggu kelancaran jalan," ujar dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)