Menlu Iran Tegaskan Situasi saat Berhasil Dikendalikan Usai Protes Penuh Kekerasan

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Foto: Anadolu

Menlu Iran Tegaskan Situasi saat Berhasil Dikendalikan Usai Protes Penuh Kekerasan

Fajar Nugraha • 12 January 2026 18:58

Teheran: Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengulangi klaim pemerintah Iran bahwa "perusuh dan teroris" telah membunuh polisi dan warga sipil serta menghancurkan properti publik menggunakan "kekerasan ala teroris Islamic State (ISIS).”

Araghchi mengatakan, pasukan keamanan telah "mengendalikan sepenuhnya" negara itu setelah dua minggu kekacauan yang terus berlanjut. Menlu Araghchi menuduh Israel dan AS memicu protes nasional yang menewaskan ratusan orang.

"Kami memiliki banyak bukti yang menunjukkan campur tangan AS dan Israel dalam perang teroris ini," kata Araghchi dalam sebuah wawancara dengan televisi pemerintah, seperti dikutip dari Arab News, Senin 12 Januari 2026.

Dia menambahkan "Israel bertanggung jawab langsung, dan juga Amerika melalui pernyataan mereka dengan mempromosikan kekerasan."

Protes di Iran meletus pada 28 Desember setelah penurunan nilai mata uang secara tiba-tiba. Protes tersebut meluas menjadi tantangan terbesar dan paling keras terhadap pemerintahan Ali Khamenei dan Republik Islam sejak didirikan setelah revolusi 1979 yang menggulingkan seorang raja pro-AS.

Lebih dari 540 orang tewas dalam protes dan lebih dari 10.000 orang ditangkap, menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia, yang melacak demonstrasi di 186 kota di 31 provinsi Iran. Komunikasi sebagian besar terputus, yang menyulitkan untuk melacak cakupan penuh gerakan tersebut.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa Washington sedang mempertimbangkan opsi potensial sebagai tanggapan terhadap laporan tentang penindakan mematikan di Iran, tetapi menambahkan bahwa kepemimpinan Teheran telah menghubungi untuk mencari pembicaraan.

"Kami mempertimbangkannya dengan sangat serius. Militer sedang mempertimbangkannya, dan kami sedang melihat beberapa opsi yang sangat kuat," kata Trump kepada wartawan di Air Force One saat ia kembali ke Washington dari rumahnya di Mar-a-Lago, Florida.

"Kami akan membuat keputusan,” imbuh Trump.

Araghchi mengatakan Iran "siap untuk negosiasi berdasarkan rasa saling menghormati, kepentingan nasional, dan negosiasi yang serius dan nyata." Dia tidak memberikan detail lebih lanjut.

Pemadaman internet di Iran masih berlangsung dan pemerintah masih belum mengeluarkan angka resmi korban jiwa sipil. Araghchi mengatakan akses internet akan segera dipulihkan.

Surat kabar semi-resmi Tasnim melaporkan rincian korban jiwa pasukan keamanan pada hari Minggu, dengan mengatakan total 121 petugas tewas, termasuk 30 di Isfahan, sementara jumlah korban di Teheran tidak diketahui.

Televisi pemerintah Iran mengatakan pemerintah telah menyatakan tiga hari berkabung nasional atas kematian "sejumlah besar warga sipil dan personel keamanan di tangan perusuh dan sel teroris," dan menampilkan pita hitam di layar.

Televisi tersebut menyiarkan rekaman dari pusat kota pada Minggu malam, mengatakan ketenangan telah dipulihkan di seluruh negeri, dan menambahkan bahwa pertemuan besar yang diselenggarakan pemerintah untuk mempromosikan "persatuan nasional" dan mengutuk "tindakan teroris" baru-baru ini telah direncanakan di Teheran dan kota-kota lain pada hari itu.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)