Aksi protes berskala nasional melanda Iran yang dipicu merosotnya nilai mata uang rial. (EPA-EFE)
Protes Iran Masuki Pekan Ketiga, Trump Belum Pertimbangkan Opsi Militer
Willy Haryono • 12 January 2026 15:46
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan belum mempertimbangkan pengerahan kontingen militer ke Iran sebagai bagian dari potensi intervensi Washington. Informasi tersebut disampaikan CNN pada Minggu, 11 Januari, mengutip seorang pejabat senior Gedung Putih.
Menurut sumber tersebut, Trump hingga kini belum mengambil keputusan final terkait langkah intervensi apa pun terhadap Iran. Laporan itu muncul di tengah meningkatnya spekulasi mengenai respons Washington terhadap gelombang protes dan kekerasan yang terjadi di negara tersebut.
Dikutip dari Antara, Senin, 12 Januari 2026, New York Times sebelumnya melaporkan bahwa Trump telah menerima paparan mengenai berbagai opsi serangan militer terhadap Iran. Mengutip pejabat AS, surat kabar itu menyebutkan presiden tengah mempertimbangkan secara serius kemungkinan menyetujui serangan, menyusul laporan kekerasan terhadap para demonstran.
Di tengah situasi tersebut, Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan pada Revolusi Islam 1979, merilis sebuah video di platform X pada Sabtu. Dalam video itu, Pahlavi menyerukan rakyat Iran untuk turun ke jalan dan menyarankan para demonstran bersiap merebut serta menguasai jalan-jalan dan fasilitas strategis.
Gelombang protes di Iran sendiri meletus pada akhir Desember 2025, dipicu kekhawatiran atas melonjaknya inflasi akibat melemahnya nilai tukar rial. Para pengunjuk rasa mengeluhkan gejolak mata uang yang mendorong kenaikan tajam harga barang grosir dan eceran.
Tekanan ekonomi tersebut berujung pada perubahan di pucuk otoritas moneter. Gubernur Bank Sentral Iran Mohammad-Reza Farzin mengundurkan diri dan posisinya digantikan oleh Abdolnaser Hemmati.
Sejak Kamis lalu, intensitas protes dilaporkan meningkat, terutama setelah seruan Pahlavi. Sejumlah video di media sosial memperlihatkan demonstrasi besar-besaran yang meluas di berbagai kota. Pada hari yang sama, jaringan internet di Iran mengalami gangguan di sejumlah wilayah.
Di beberapa kota, aksi protes berubah menjadi bentrokan dengan aparat keamanan. Para demonstran meneriakkan slogan-slogan yang mengkritik pemerintah. Laporan menyebutkan adanya korban jiwa baik dari pihak pasukan keamanan maupun demonstran, meski belum ada angka resmi yang dirilis otoritas setempat.
Baca juga: Gelombang Protes Iran Memanas, Pemerintah Ancam Perusuh dengan Hukuman Mati