Tiongkok–Filipina Saling Tuding soal Aktivitas Ilegal di Laut China Selatan

Kapal penjaga pantai Tiongkok kerap terlibat bentrok dengan kapal Filipina di Laut China Selatan. (Philippine Coast Guard / Anadolu Agency)

Tiongkok–Filipina Saling Tuding soal Aktivitas Ilegal di Laut China Selatan

Dimas Chairullah • 4 May 2026 14:18

Beijing: Tiongkok dan Filipina kembali terlibat aksi saling tuding terkait sengketa wilayah di Laut China Selatan pada hari Minggu, 3 Mei 2026.

Beijing secara terbuka menuduh Manila telah mendaratkan personelnya di sebuah terumbu karang yang disengketakan, sementara Filipina merespons keras dengan ancaman akan mengerahkan kapal militer untuk mengusir armada Tiongkok yang dituding tengah melakukan penelitian secara ilegal.

Pertukaran pernyataan yang memanas ini semakin memperpanjang rentetan ketegangan antara Tiongkok dan Filipina, yang merupakan sekutu dekat Amerika Serikat. 

Pusat perselisihan terbaru ini berpusat di kawasan Sandy Cay, sebuah gosong pasir tak berpenghuni yang berlokasi strategis di perairan Laut China Selatan, sebagaimana dikutip dari laporan AsiaOne, Senin, 4 Mei 2026.

Pada hari Minggu, pihak Penjaga Pantai Tiongkok mengeklaim telah mengidentifikasi lima personel Filipina yang mendarat di Sandy Cay. Berdasarkan laporan dari media pemerintah Global Times, Beijing secara tegas mengecam tindakan tersebut dan melabelinya sebagai langkah "ilegal."

Meski demikian, laporan itu tidak merinci lebih lanjut mengenai tindakan balasan apa yang telah atau akan diambil oleh pihak Tiongkok guna merespons pendaratan tersebut.

Laut China Selatan Memanas

Aksi saling klaim di kawasan Sandy Cay sejatinya telah memanas sejak pekan lalu. Saat itu, Manila menyatakan telah mengerahkan pasukan penjaga pantainya ke lokasi menyusul beredarnya laporan media pemerintah Tiongkok yang memperlihatkan personel penjaga pantai Beijing tiba di pulau pasir tersebut sembari membawa bendera Tiongkok.

Insiden demi insiden ini kian memperburuk hubungan kedua negara yang telah lama tegang akibat sengketa teritorial, di mana Tiongkok secara sepihak mengeklaim kedaulatan historis atas hampir seluruh jalur perairan strategis tersebut.

Pada hari yang sama, Juru Bicara Penjaga Pantai Filipina turut angkat bicara dengan menyatakan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi empat kapal Tiongkok yang kedapatan melakukan apa yang mereka sebut sebagai penelitian ilegal di wilayah perairan kedaulatan Manila.

Filipina tidak segan mengancam akan segera mengerahkan pesawat dan armada kapalnya untuk memaksa kapal-kapal Tiongkok tersebut angkat kaki dari perairan mereka. Hingga saat ini, Kementerian Luar Negeri Tiongkok maupun Kedutaan Besar Filipina di Beijing belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden ini.

Baca juga:  Filipina Usir Kapal Riset Tiongkok yang Disebut Beroperasi Tanpa Izin

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)