Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM Ari Anindya Hartika. Foto: dok istimewa.
Naik Kelas! 100 UMKM Surakarta Kini Gunakan AI untuk Bisnis
Ade Hapsari Lestarini • 30 April 2026 18:41
Surakarta: Transformasi digital Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini berkembang dari sekadar masuk marketplace menuju pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mendukung operasional bisnis.
Melalui program kolaboratif di PLUT Surakarta, sebanyak 100 UMKM memperoleh akses gratis ke aplikasi AI MWX untuk membantu pembuatan konten, pembukuan, analisis pasar, hingga strategi pemasaran. Program bertajuk "Dari Marketplace ke AI untuk Usaha Mikro Naik Kelas" ini merupakan kolaborasi antara Kementerian UMKM, Pemerintah Kota Surakarta, dan BENAR Foundation, dengan MWX sebagai mitra teknologi.
Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM Ari Anindya Hartika mengatakan banyak pengusaha UMKM sudah mulai memasuki kanal digital melalui marketplace, tetapi masih menghadapi tantangan besar dalam mengelola bisnis dengan teknologi yang efisien dan mudah diakses. Workshop ini hadir untuk memberikan pelatihan langsung mengenai bagaimana AI dapat digunakan dalam operasional harian, mulai dari pembuatan konten, pemasaran, hingga pembukuan dan analisis pasar.
"Banyak UMKM tidak kekurangan semangat, tetapi kekurangan akses terhadap alat yang bisa membuat mereka bekerja lebih cepat dan mengambil keputusan lebih baik. Kami ingin memastikan teknologi seperti AI bisa digunakan oleh usaha mikro," ujar Ari, dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 April 2026.

100 UMKM memperoleh akses gratis ke aplikasi AI. Foto: dok istimewa.
Meningkatkan akses teknologi untuk UMKM
Dalam workshop ini, peserta diajarkan tiga kompetensi utama yang relevan dengan kebutuhan operasional bisnis harian mereka, yakni:
- AI untuk digitalisasi dan inklusi finansial: membantu UMKM mengelola keuangan dan pembukuan secara otomatis dengan FinanceWhiz, yang memungkinkan pembuatan laporan keuangan yang lebih cepat dan efisien, serta mendukung pengelolaan dana secara profesional.
- AI untuk analisis pasar dan strategi bisnis: memungkinkan pengusaha usaha mikro membaca tren dan peluang pasar layaknya perusahaan besar menggunakan SmartWhiz, yang memberikan wawasan pasar, termasuk perilaku pelanggan, untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih baik.
- AI untuk branding dan marketing UMKM: memproduksi konten pemasaran profesional tanpa biaya agensi menggunakan CreateWhiz, yang memungkinkan UMKM untuk menghasilkan materi promosi dengan mudah, dari media sosial hingga materi iklan, dalam waktu singkat.
Melalui platform MWX, seluruh kemampuan ini tersedia dalam satu aplikasi yang dirancang khusus agar mudah digunakan oleh pengusaha tanpa latar belakang teknologi sekalipun. Program ini mencerminkan sinergi nyata dari berbagai pemangku kepentingan yang mendukung kemajuan UMKM Indonesia. Kementerian UMKM melalui Juragan UMKM memberikan kerangka program nasional, sementara Pemkot Surakarta memfasilitasi akses langsung ke komunitas UMKM lokal. Sementara, BENAR Foundation melalui program Ngaji Rasa Usaha memastikan teknologi AI benar-benar terserap dan berdampak bagi peserta.
"Kami tidak hanya ingin memberi bantuan, tetapi juga memastikan bahwa setiap peserta bisa mengimplementasikan apa yang mereka pelajari untuk mengembangkan usaha mereka. Program ini adalah bentuk konkret dari empati kami sebagai pengusaha yang pernah berjuang tanpa akses teknologi yang memadai," tambah Ketua BENAR Foundation, Arif Wicaksono.