Salah satu jembatan yang putus diterjang banjir yang menerjang di Kabupaten Probolinggo pada pertengahan Januari 2026. ANTARA/HO-BPBD Probolinggo
5 Jembatan di Probolinggo Putus Akibat Banjir
Whisnu Mardiansyah • 20 January 2026 12:25
Probolinggo: Banjir yang menerjang delapan kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mengakibatkan kerusakan infrastruktur jembatan. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan lima jembatan putus dan tiga jembatan rusak akibat bencana tersebut.
"Terdapat lima jembatan putus yakni di Dusun Beji, Desa Banjarsari, kemudian jembatan yang menghubungkan Desa Jangur–Desa Sumberbendo, jembatan penghubung Desa Brani Wetan–Desa Sumbersecang, serta jembatan di Dusun Mendek Kulon Desa Sumberkramat dan Desa Kalianan," kata Oemar Sjarief saat dihubungi di Probolinggo seperti dilansir Antara, Selasa, 20 Januari 2026.
Selain jembatan putus, terdapat kerusakan jembatan di tiga titik. Lokasinya adalah jembatan penghubung Desa Ambulu–Desa Sumberbendo, jembatan penghubung Desa Satreyan–Desa Sumbersecang, serta jembatan di Desa Betektaman. Kerusakan ini akibat banjir yang menerjang Probolinggo pada 11, 16, dan 17 Januari 2026.
"Kerusakan dan putusnya jembatan itu tentu berdampak besar terhadap mobilitas warga dan distribusi logistik. Kami terus berkoordinasi dengan perangkat daerah teknis untuk penanganan darurat dan rencana perbaikan," tuturnya.
Ia menjelaskan tidak ada warga yang terisolasi akibat jembatan putus tersebut. Akses alternatif masih ada meski jaraknya lebih jauh. "Kami masih melakukan koordinasi dengan OPD dan desa terkait untuk pembangunan dan perbaikan jembatan mana yang harus diprioritaskan. Namun warga juga membuat jembatan darurat sementara sambil menunggu perbaikan jembatan dari pemerintah," kata Oemar Sjarief.
Selain jembatan, BPBD juga mencatat kerusakan plengsengan (tanggul) sebanyak delapan unit di beberapa lokasi bencana akibat terjangan banjir dan tingginya debit air sungai.
Cuaca ekstrem dan angin kencang juga mengakibatkan kerusakan fasilitas pendidikan di Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto. BPBD bersama instansi terkait telah melakukan asesmen awal untuk memastikan keamanan bangunan dan aktivitas belajar mengajar.

Ilustrasi Metrotvnews.com
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Probolinggo, sejumlah bencana telah terjadi di berbagai wilayah. Bencana itu meliputi longsor di Kecamatan Krucil, banjir di Kecamatan Sumberasih dan Tongas, hingga banjir di wilayah barat dan timur kabupaten. Cuaca ekstrem juga mengakibatkan ambruknya ruang kelas di SDN Sumberkare 1 di Kecamatan Wonomerto.
"Saya imbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. BPBD akan terus siaga dan hadir bersama masyarakat dalam upaya penanganan maupun mitigasi bencana," pungkas Oemar Sjarief.