Marketing Communication Head Kami Idea Indonesia (Kami Group) Frima Zhellia dalam Sharia Economic Forum Metro TV, di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.
Buka Ruang Inklusivitas, Industri Modest Fashion Tak Melulu untuk Wanita Berhijab
Whisnu Mardiansyah • 12 February 2026 16:37
Jakarta: Industri modest fashion Indonesia terus menunjukkan ekspansi pasar yang signifikan, tidak hanya menyasar perempuan berhijab tetapi juga mereka yang berada dalam masa transisi menuju penggunaan hijab.
Hal ini disampaikan Marketing Communication Head Kami Idea Indonesia, Frima Zhellia, dalam rangkaian acara Metro TV Sharia Economic Forum: Accelerating Growth and Prosperity: Path to Global Impact di The Tribrata Hotel, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026
Frima menjelaskan bahwa Kami Idea Group mengartikan konsep urban sebagai pendekatan dalam merancang produk yang modern, mengikuti perkembangan zaman, dan dinamis. Filosofi tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai aspek produksi mulai dari teknik menjahit, pemilihan bahan, warna, hingga potongan busana.
"Urban, makna urban bagi kami sendiri, kami implementasikan dalam produk menjadi sebuah produk yang modern, up to date, dan dinamis, mengikuti perkembangan zaman. Produk-produk yang dirancang kami mengikuti perkembangan zaman. Dari sisi teknik sewing, pemilihan bahan, colors, dan juga cutting," ujar Frima.
Peningkatan kualitas produk, menurut Frima, merupakan bagian dari upaya Kami Idea Group sebagai pelaku industri modest fashion untuk memajukan sektor halal fashion di Indonesia. Hal ini sejalan dengan target pemerintah yang mencanangkan Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia.
Ia juga meluruskan pemahaman mengenai istilah modest yang kerap disalahartikan semata-mata sebagai pakaian sopan dan tertutup tanpa nilai estetika.
"Betul, definisi modest itu sopan dan tertutup. Sopan dan tertutup, tapi tetap modis, tetap tren, dan tetap up to date," tegasnya.
Frima menekankan bahwa modest fashion merupakan ruang inklusivitas bagi perempuan Muslim yang masih dalam tahap belajar berhijab. Mereka yang berada pada masa transisi atau masih menutup aurat secara bertahap tetap dapat mengakses produk modest fashion tanpa harus telah mengenakan hijab sempurna.
.jpeg)
Sharia Economic Forum Metro TV, di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.
"Penggunaan modest fashion, makna modest fashion atau modest wear itu, menurut kami juga merupakan sebuah inklusivitas bagi perempuan-perempuan muslim di luar sana yang mungkin masih belajar berhijab. Jadi belum, pada masa transisi atau masih belajar hijab, tidak harus sudah berhijab, tapi sudah mulai berpakaian tertutup. Jadi bisa lebih luas lagi kita menjangkau pasarnya," jelas Frima.
Strategi inklusivitas ini mendapat respons positif dari pasar. Frima mengungkapkan bahwa tidak semua pelanggan Kami Idea Group merupakan perempuan berhijab. Banyak konsumen yang masih dalam fase transisi justru merasa terwakili dengan produk-produk yang ditawarkan.
"Alhamdulillah respons pasarnya bagus. Memang banyak juga customer kami yang tidak semuanya berhijab. Kami mulai melihat bahwa ada perempuan-perempuan muslim yang masih belajar, yang masih fase transisi, ternyata produk kami diterima oleh mereka," ujarnya.
Dengan pendekatan ini, Kami Idea Group tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan industri halal fashion nasional, tetapi juga membangun ekosistem fashion yang lebih inklusif dan adaptif terhadap dinamika kebutuhan konsumen muslim Indonesia.