Berapa Lama Berpuasa di Ramadan 2026? Ini Perbandingan Durasi di Berbagai Negara

Ilustrasi bulan suci Ramadan. (Medcom.id)

Berapa Lama Berpuasa di Ramadan 2026? Ini Perbandingan Durasi di Berbagai Negara

Willy Haryono • 11 February 2026 13:33

Jakarta: Umat Muslim di berbagai belahan dunia diperkirakan akan menjalani Ramadan 2026 dengan durasi puasa yang relatif moderat.

Berdasarkan perhitungan astronomi, bulan suci diproyeksikan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026, dan Idulfitri diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, bergantung hasil rukyat hilal.

Berikut sejumlah poin penting terkait durasi puasa Ramadan 2026:

1. Rata-rata Puasa 12–13 Jam di Negara Arab

Sebagian besar negara Arab diperkirakan mengalami durasi puasa antara 12 hingga 13 jam. Posisi Ramadan yang berada di akhir musim dingin dan awal musim semi di belahan bumi utara membuat waktu siang relatif seimbang.

2. Durasi Puasa Sedikit Bertambah di Akhir Ramadan

Seiring mendekati titik ekuinoks musim semi, panjang siang akan bertambah. Artinya, waktu puasa pada akhir Ramadan diperkirakan sedikit lebih panjang dibandingkan hari-hari awal.

3. Letak Geografis Jadi Penentu Utama

Perbedaan durasi puasa antarnegara sangat dipengaruhi garis lintang dan posisi geografis. Negara yang dekat garis khatulistiwa cenderung memiliki panjang siang yang stabil sepanjang tahun. Sementara itu, negara yang lebih jauh ke utara atau selatan mengalami variasi yang lebih signifikan.

4. Mesir dan Negara Teluk Berkisar 12–13 Jam

Di Kairo, Mesir, durasi puasa diperkirakan dimulai sekitar 12 jam 40 menit dan meningkat hingga hampir 13 jam menjelang akhir bulan. Pola serupa diproyeksikan terjadi di negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Oman.

5. Afrika Utara dan Wilayah Syam Relatif Serupa

Wilayah Syam dan Irak diperkirakan memiliki durasi puasa sebanding dengan negara Teluk. Sementara itu, Maroko, Aljazair, dan Tunisia mungkin mencatat sedikit perbedaan akibat faktor bujur dan waktu terbenam matahari, meski tetap berada dalam kisaran 12–13 jam.

6. Eropa dan Amerika Utara Lebih Panjang

Di New York, durasi puasa diperkirakan mulai sekitar 12,5 jam dan meningkat hingga 13 jam atau lebih. Sementara itu, negara seperti Inggris, Jerman, dan kawasan Skandinavia mengalami durasi yang lebih panjang dibandingkan Timur Tengah.

7. Tantangan Ekstrem di Wilayah Kutub

Pada Ramadan sebelumnya, umat Muslim di wilayah utara Rusia, Greenland, dan Islandia menghadapi durasi puasa yang bisa melampaui 16 jam atau sangat singkat akibat fenomena siang dan malam kutub. Dalam kondisi tersebut, sebagian mengikuti panduan untuk menyesuaikan waktu puasa dengan kota terdekat yang memiliki durasi normal atau mengikuti waktu Makkah.

8. Ramadan 2026 Dinilai Lebih Seimbang

Secara keseluruhan, Ramadan 2026 diperkirakan menghadirkan pengalaman puasa yang lebih seimbang bagi sebagian besar negara Muslim, khususnya di kawasan Arab. Durasi siang yang moderat serta suhu yang relatif lebih sejuk dinilai dapat meringankan pelaksanaan ibadah. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Bulan Ramadan Akan Terjadi Dua Kali di 2030, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)