Ilustrasi. Foto: runmarket.id
Sektor Halal Melejit, Ini 5 PR Besar Pembiayaan Syariah Nasional
Husen Miftahudin • 12 February 2026 08:15
Jakarta: Industri halal terus mencatatkan performa optimal sebagai pendorong utama perekonomian dalam negeri. Berdasarkan data Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), kontribusi sektor Halal Value Chain (HVC) terus meningkat mencapai 26,73 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada triwulan II-2025.
Meski mengalami peningkatan pesat dari sektor halal, saat ini pembiayaan syariah dinilai masih menghadapi tantangan besar dalam menjadi motor penggerak pertumbuhan industri halal. Lantas, apa yang menjadi penyebab pembiayaan syariah belum optimal dalam mendorong industri halal? berikut penjelasannya:
1. Tingginya biaya dan rumitnya sertifikasi
Mahalnya biaya sertifikasi halal serta kerumitan prosedur birokrasi masih menjadi penghambat sejumlah pengusaha dan UMKM untuk mensertifikasi produk mereka. Kondisi ini, menyebabkan banyak unit usaha belum tersertifikasi, yang pada akhirnya membatasi akses terhadap pembiayaan perbankan syariah.
2. Kurangnya inovasi produk
Sebagian besar pelaku industri halal di Indonesia adalah UMKM yang seringkali tidak memiliki aset jaminan yang memadai. Sementara itu, produk pembiayaan syariah saat ini dianggap masih kurang inovatif dan cenderung kaku, dengan persyaratan administrasi yang hampir serupa dengan bank konvensional. Skema bagi hasil yang menjadi ruh ekonomi syariah justru belum banyak diimplementasikan secara luas karena dianggap memiliki risiko tinggi bagi perbankan.
3. Ekosistem yang terfragmentasi
Saat ini, rantai pasok industri halal masih terputus-putus. Sebagai contoh, seorang produsen makanan halal mungkin sudah menggunakan jasa bank syariah, namun pemasok bahan bakunya masih bergantung pada pembiayaan konvensional. Fragmentasi ini menyebabkan aliran dana syariah tidak berputar secara tertutup di dalam ekosistem halal, sehingga efisiensi biaya dan dampak ekonominya menjadi terbatas.
| Baca juga: Peran Indonesia dalam Ekosistem Halal Dunia yang Terus Berkembang |
.jpeg)
(Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com)
4. Bank syariah masih didominasi sektor konsumtif
Pembiayaan perbankan syariah hingga kini dinilai belum optimal karena masih didominasi oleh sektor konsumtif, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hingga kendaraan bermotor. Hal tersebut menyebabkan, penyaluran modal ke sektor produktif, seperti manufaktur makanan, kosmetik, dan farmasi halal, masih tergolong rendah.
5. Rendahnya literasi keuangan syariah
Rendahnya literasi keuangan syariah di kalangan pengusaha halal juga menjadi ganjalan. Banyak pelaku usaha yang masih menganggap proses di bank syariah lebih rumit atau bahkan lebih mahal dibandingkan bank konvensional. Di sisi lain, biaya modal bank syariah yang relatif lebih tinggi membuat margin yang ditawarkan ke industri halal menjadi kurang kompetitif di pasar.
Itu dia lima faktor yang menjadi penyebab pembiayaan syariah belum optimal dalam mendorong industri halal. Pembahasan lebih lanjut mengenai ekonomi halal dan penguatan ekosistem syariah akan diulas dalam Metro TV Sharia Economic Forum 2026. Forum ini digelar pada 12 Februari 2026 pukul 09.00 WIB dan disiarkan melalui YouTube Metro TV. (Surya Mahmuda)