Pasukan Israel dalam operasi darat. Foto: Anadolu
Saudara Kepala Intelijen Israel Didakwa Selundupkan Rokok ke Gaza
Fajar Nugraha • 6 February 2026 18:54
Tel Aviv: Jaksa Israel mendakwa saudara laki-laki kepala badan intelijen domestik Shin Bet atas tuduhan membantu musuh.
Bezalel Zini dianggap membantu musuh pada masa perang terkait dugaan penyelundupan rokok ke Jalur Gaza. Dakwaan terhadap Zini diumumkan pada Kamis, 5 Februari 2026.
Dalam berkas dakwaan disebutkan Zini mengetahui bahwa Hamas berpotensi meraup keuntungan dari penjualan kembali rokok dan tembakau dengan harga tinggi. Ia diduga menyelundupkan 14 karton rokok atau sekitar 7.000 bungkus dengan imbalan total 365.000 shekel atau sekitar Rp1,9 miliar.
Zini (50), merupakan anggota cadangan militer Israel yang tengah bertugas aktif saat dugaan peristiwa terjadi. Sementara itu, saudaranya yang baru dilantik sebagai kepala Shin Bet, David Zini, tidak terseret dan tidak dicurigai melakukan pelanggaran apa pun.
Dilansir dari media BBC, Israel diketahui memperketat arus bantuan kemanusiaan dan barang lainnya yang masuk ke Gaza selama konflik dengan Hamas. Kasus ini menjadi bagian dari rangkaian dakwaan terhadap lebih dari selusin orang yang diduga terlibat jaringan kejahatan terorganisasi.
Menurut jaksa, jaringan tersebut juga menyelundupkan iPhone kelas atas, suku cadang mobil, dan perangkat elektronik lain ke Gaza. Penjualan rokok selundupan saja disebut telah memasukkan ratusan juta shekel ke kas Hamas sejak perang dimulai.
Jaksa menyebut operasi penyelundupan berlangsung sejak musim panas 2025, sebelum gencatan senjata Oktober, ketika pertempuran masih berlangsung. Para pelaku diduga menyamar seolah memasuki Gaza sebagai bagian dari tugas militer dan menyesatkan petugas di pos perbatasan.
Selain membantu musuh, Zini juga didakwa atas penipuan, penerimaan suap, dan pelanggaran pajak. Ia ditangkap dua pekan lalu bersama dua terduga kaki tangan yang juga didakwa atas penyelundupan.
Tim kuasa hukum Zini membantah seluruh dakwaan dan menilai penerapan undang-undang terorisme tidak tepat untuk kasus penyelundupan rokok.
“Terkait tuduhan membantu musuh pada masa perang, itu merupakan pembalikan total atas kenyataan,” ujar salah satu pengacaranya, seraya menegaskan kliennya telah mempertaruhkan nyawa demi negara.
(Keysa Qanita)