Jepang Umumkan Terobosan Ekstraksi Tanah Jarang dari Laut Dalam

Ilustrasi bendera Jepang. (Anadolu Agency)

Jepang Umumkan Terobosan Ekstraksi Tanah Jarang dari Laut Dalam

Muhammad Reyhansyah • 2 February 2026 14:46

Tokyo: Pemerintah Jepang mengumumkan keberhasilan pengambilan sedimen yang mengandung unsur tanah jarang dari kedalaman sekitar 6.000 meter di dasar laut. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Tokyo untuk mengurangi ketergantungan pada Tiongkok sebagai pemasok utama mineral strategis tersebut.

Pemerintah menyebut misi uji coba ini sebagai yang pertama di dunia yang berhasil mengekstraksi tanah jarang dari laut dalam pada kedalaman tersebut.

“Rincian lebih lanjut akan dianalisis, termasuk jumlah pasti unsur tanah jarang yang terkandung di dalam sampel,” kata juru bicara pemerintah Jepang Kei Sato, dikutip dari France 24, Senin, 2 Februari 2026.

Ia menyebut pencapaian tersebut sebagai “hasil yang bermakna, baik dari sisi keamanan ekonomi maupun pengembangan maritim secara menyeluruh”.

Sampel sedimen diambil menggunakan kapal pengeboran ilmiah laut dalam Chikyu, yang berlayar bulan lalu menuju Pulau Minami Torishima di Samudra Pasifik. Perairan di sekitar pulau terpencil itu diyakini menyimpan cadangan mineral bernilai tinggi dalam jumlah besar.

Upaya ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Jepang dan Tiongkok. Beijing, sebagai pemasok terbesar tanah jarang dunia, dilaporkan meningkatkan tekanan terhadap Tokyo setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada November lalu menyatakan bahwa Jepang dapat merespons secara militer jika Taiwan diserang.

Tiongkok juga disebut telah memblokir ekspor sejumlah barang “penggunaan ganda” ke Jepang, yakni produk yang berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan militer. Langkah tersebut memicu kekhawatiran di Tokyo bahwa Beijing dapat membatasi pasokan tanah jarang, yang sebagian masuk dalam kategori barang penggunaan ganda.

Tanah jarang, yang terdiri dari 17 jenis logam yang sulit diekstraksi dari kerak bumi, digunakan secara luas dalam berbagai teknologi strategis, mulai dari kendaraan listrik, hard drive, dan turbin angin hingga sistem persenjataan.

Kawasan di sekitar Minami Torishima, yang berada di wilayah ekonomi eksklusif Jepang, diperkirakan mengandung lebih dari 16 juta ton tanah jarang. Harian bisnis Nikkei menyebut jumlah tersebut sebagai cadangan terbesar ketiga di dunia.

Endapan tersebut diperkirakan mencakup cadangan dysprosium untuk sekitar 730 tahun, logam penting dalam magnet berkekuatan tinggi pada ponsel dan kendaraan listrik, serta cadangan yttrium untuk sekitar 780 tahun, yang digunakan dalam teknologi laser.

“Jika Jepang berhasil mengekstraksi tanah jarang di sekitar Minami Torishima secara berkelanjutan, negara itu akan mampu mengamankan rantai pasok domestik bagi industri-industri kunci,” kata Takahiro Kamisuna, peneliti di International Institute for Strategic Studies (IISS).

Ia menambahkan bahwa langkah tersebut juga akan menjadi aset strategis penting bagi pemerintahan Takaichi untuk secara signifikan mengurangi ketergantungan rantai pasok Jepang pada Tiongkok.

Selama ini, Tiongkok dikenal memanfaatkan dominasinya dalam produksi tanah jarang sebagai alat pengaruh geopolitik, termasuk dalam perang dagang dengan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menurut International Energy Agency, Tiongkok menyumbang hampir dua pertiga produksi tambang tanah jarang dunia dan sekitar 92 persen dari total kapasitas pemurnian global.

Baca juga:  Hadapi Dominasi Tiongkok, Jepang Eksplorasi Mineral Tanah Jarang di Laut Dalam

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)