Keluarga korban hilang kontak dalam insiden kapal speed boat Arupadatu di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK), melakukan tabur bunga. Metrotvnews.com/ Hendrik Simorangkir
Polda Banten dan Keluarga Jurnalis Hilang Tabur Bunga di Selat Sunda
Hendrik Simorangkir • 18 September 2026 15:41
Tangerang: Polda Banten bersama keluarga korban yang hilang kontak dalam insiden speedboat Arupadatu di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) menggelar tabur bunga. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa bersama untuk para korban.
Kabidhumas Polda Banten, Kombes Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan serta dukungan moril kepada keluarga korban.
"Kegiatan tabur bunga ini merupakan bentuk penghormatan dan doa bersama keluarga korban. Polda Banten bersama seluruh unsur terkait terus memberikan dukungan kepada keluarga korban," ujar Maruli, Jumat, 18 September 2026.
Maruli berharap kegiatan tersebut dapat memberikan ketenangan dan kekuatan bagi keluarga korban.
Operasi pencarian delapan jurnalis yang hilang kontak bersama KM Arupadatu I di perairan Selat Sunda resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari. Hingga Kamis, 17 September 2026, tim SAR gabungan belum menemukan korban maupun kapal tersebut.
Gubernur Banten Andra Soni mengumumkan penghentian operasi SAR gabungan di Posko Utama, Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis petang.
"Sudah tidak efektif maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan ini dinyatakan dihentikan," kata Andra, Kamis, 17 September 2026.

Keluarga korban hilang kontak dalam insiden kapal speed boat Arupadatu di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK), melakukan tabur bunga. Metrotvnews.com/ Hendrik Simorangkir
10 Hari Pencarian KM Arupadatu I Masih Nihil
Selama operasi berlangsung, tim SAR gabungan melakukan pencarian melalui jalur darat, laut, hingga udara. Pada hari terakhir, area pencarian diperluas hingga 8.509 nautical mile (NM) persegi.Sebanyak 523 personel dilibatkan dalam pencarian. Tim juga mengerahkan 24 kapal untuk menyisir sejumlah sektor yang diperkirakan menjadi jalur pergeseran kapal maupun korban.
Meski penyisiran telah diperluas, belum ada objek yang dapat dikonfirmasi sebagai KM Arupadatu I maupun delapan orang yang dicari.
Seperti diketahui delapan orang masih dalam pencarian dalam hilangnya KM Arupadatu I. Mereka terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal.
Lima jurnalis tersebut yakni M Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.
Sementara tiga kru kapal terdiri dari Warta sebagai kapten, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto sebagai pemandu.