General Manager Bandara Sultan Thaha Syaefuddin Jambi Ardon Marbun menjelaskan soal gangguan aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha akibat terdampak kabut asap karhutla. MI
Kabut Asap Ganggu Sejumlah Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi
Solmi • 16 September 2026 13:03
Jambi: Kabut asap menyelimuti Kota Jambi pada Rabu pagi hingga menjelang siang, 16 September 2026. Kondisi tersebut berdampak terhadap aktivitas penerbangan penumpang di Bandara Sultan Thaha Syaefuddin (STS) Jambi.
General Manager Bandara STS Jambi Ardon Marbun mengatakan kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menurunkan jarak pandang di sekitar bandara. Menjelang pukul 10.00 WIB, jarak pandang tercatat hanya berkisar 650-1.000 meter.
"Kondisi tersebut membuat jarak pandang di kawasan bandara belum memenuhi kebutuhan untuk operasional penerbangan. Dampaknya, sejumlah penerbangan mengalami penundaan pada jadwal keberangkatan maupun kedatangan," kata Ardon di Jambi, Rabu, 16 September 2026.
Salah satu penerbangan yang terdampak ialah Batik Air. Penumpang yang sudah berada di dalam pesawat harus kembali ke ruang tunggu pada pukul 06.48 WIB setelah jarak pandang di bandara hanya sekitar 900 meter.
Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6807 semula dijadwalkan lepas landas menuju Jakarta pada pukul 06.00 WIB. Namun, penerbangan baru dapat diberangkatkan pada pukul 07.55 WIB setelah kondisi kabut asap menipis dan jarak pandang memungkinkan untuk penerbangan.
.jpg)
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. Foto: dok. MI.
Gangguan serupa juga terjadi pada penerbangan dari Jakarta menuju Bandara Sultan Thaha Jambi. Dua penerbangan yang dijadwalkan tiba pada pukul 10.05 WIB dan 10.45 WIB mengalami penundaan akibat kondisi jarak pandang yang masih terbatas.
Kabut asap yang menurunkan jarak pandang tersebut menjadi kendala bagi kelancaran aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Syaefuddin. Kondisi operasional penerbangan menyesuaikan perkembangan jarak pandang di sekitar kawasan bandara.