Penumpang KM Virgo Transport 8 Asal Surabaya Tak Tercatat di Manifest

Keluarga penumpang KM Virgo Transport 8 mendatangi Posko Informasi Terpadu di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. (Metro TV/ Mahmud Fauzi)

Penumpang KM Virgo Transport 8 Asal Surabaya Tak Tercatat di Manifest

Mahmud Fauzi • 15 September 2026 12:13

Surabaya: Harapan keluarga untuk menemukan Imam Suparno, penumpang yang diduga turut dalam pelayaran KM Virgo Transport 8, masih terus dilakukan. Pria berusia 66 tahun asal Surabaya itu diduga berangkat menuju Banjarmasin sebagai kernet truk, namun namanya tidak tercatat dalam manifest penumpang kapal.

Anak Imam, Novia, mendatangi Posko Informasi Terpadu di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, untuk mencari kabar keberadaan ayahnya yang hingga kini belum ditemukan.

"Nyari orang tua, bapak," kata Novia di Surabaya, Selasa, 15 September 2026. 


Imam diketahui berangkat menuju Banjarmasin pada Sabtu pagi. Sebelum berangkat, ia sempat berpamitan kepada keluarga untuk menyeberang menggunakan KMP Virgo Transport 8.

"Hari Sabtu jam 8 pagi pamit mau berangkat naik Kapal Virgo," ungkap Novia.

Kabar mengenai kecelakaan kapal tersebut diketahui Novia melalui media sosial. Khawatir dengan kondisi ayahnya, ia mendatangi posko untuk memastikan keberadaan Imam.

Namun saat memeriksa data penumpang, Novia mendapati nama ayahnya tidak tercantum dalam manifest KMP Virgo Transport 8. Padahal, Imam berangkat bersama seorang temannya yang namanya justru tercatat dalam manifest.

"Enggak ada namanya, enggak tahu," ucap Novia.


Bangkai KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa. Istimewa


Kondisi tersebut membuat keluarga semakin bingung karena hingga kini belum ada kepastian mengenai keberadaan Imam. Novia kemudian menyerahkan sejumlah data pendukung kepada petugas, termasuk kartu keluarga dan foto ayahnya.

Petugas meminta keluarga menunggu karena proses pencarian dan identifikasi masih berlangsung. Bagi Novia, ucapan Imam sebelum berangkat pada Sabtu pagi kini terus membekas dalam ingatannya.

"Ini yang terakhir, udah capek," ujar Novia menirukan ucapan Imam.

Bagi keluarga, tidak tercatatnya nama Imam dalam manifest bukan berarti pencarian harus dihentikan. Novia berharap petugas tetap menelusuri keberadaan ayahnya hingga ada kepastian.

(Silvana Febiari)