Yordania dan Bahrain Kecam Serangan Houthi ke Riyadh Arab Saudi

Yordania dan Bahrain mengecam serangan terbaru Houthi ke Arab Saudi. (Anadolu Agency)

Yordania dan Bahrain Kecam Serangan Houthi ke Riyadh Arab Saudi

Willy Haryono • 20 September 2026 09:01

Amman: Yordania dan Bahrain mengecam serangkaian serangan terbaru kelompok pemberontak Houthi yang menargetkan kota Riyadh di Arab Saudi pada Sabtu kemarin.

Melansir dari Anadolu Agency, Minggu, 20 September 2026, kedua negara menyatakan solidaritas kepada Riyadh dan memperingatkan bahwa serangan terhadap warga sipil serta infrastruktur sipil merupakan pelanggaran hukum internasional.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania Fouad Al-Majali mengatakan Amman menyatakan solidaritas “mutlak” kepada Arab Saudi. Yordania juga mendukung seluruh langkah yang diambil Saudi untuk melindungi kedaulatan, keamanan, stabilitas, dan warganya.

Kementerian Luar Negeri Yordania mengatakan sebuah rudal balistik Houthi yang menargetkan Riyadh berhasil dicegat dan dihancurkan oleh pertahanan udara Saudi.

Kementerian tersebut juga menyebut upaya untuk menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil di Baysh, Taif, Farasan, dan Yanbu sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Arab Saudi, ancaman terhadap keamanan, stabilitas, dan integritas teritorialnya, serta pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan Piagam PBB.”

Bahrain Desak Dewan Keamanan PBB Bertindak

Bahrain juga mengecam apa yang disebutnya sebagai eskalasi serangan Houthi yang didukung Iran.

Kementerian Luar Negeri Bahrain menyebut serangan tersebut sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, hukum humaniter internasional, Piagam PBB, serta resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan.”

Bahrain menegaskan “solidaritas penuh dengan Arab Saudi dan dukungan penuh terhadap seluruh langkah yang diambilnya untuk menjaga kedaulatan, keamanan, dan stabilitas serta melindungi warga negara dan penduduk di wilayahnya.”

Bahrain juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk “memenuhi tanggung jawabnya dan mengambil sikap tegas” terhadap serangan tersebut serta meminta pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban.

Pernyataan Yordania dan Bahrain disampaikan setelah Arab Saudi kembali mengeluarkan peringatan melalui sistem pertahanan sipil pada Sabtu. Peringatan tersebut mencakup dua peringatan di Riyadh, dua di Al-Kharj, dan satu di Farasan.

Otoritas Saudi tidak menjelaskan jenis ancaman yang memicu peringatan tersebut. Tidak ada pula laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan.

Peringatan tersebut muncul setelah gelombang peringatan yang lebih luas pada Jumat (18/9). Sebelumnya, otoritas Saudi melaporkan pada Kamis (17/9) bahwa satu orang tewas dan dua lainnya terluka akibat puing-puing drone Houthi yang berhasil dicegat di atas wilayah Taif.

Houthi Klaim Gagalkan Operasi di Sanaa

Houthi kemudian mengklaim telah “menggagalkan” apa yang mereka sebut sebagai “upaya kriminal” yang diduga dilakukan Arab Saudi di ibu kota Yaman, Sanaa.

Kelompok tersebut tidak memberikan rincian mengenai klaim tersebut. Otoritas Saudi juga tidak mengaitkan klaim Houthi dengan peringatan yang dikeluarkan di sejumlah wilayah Saudi.

Arab Saudi telah memimpin koalisi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dalam menghadapi Houthi sejak Maret 2015.

Houthi menguasai Sanaa dan sejumlah provinsi di Yaman sejak September 2014.

Baca juga: Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi yang Mengarah ke Riyadh

(Willy Haryono)