Arab Saudi mengklaim berhasil mencegat rudal balistik Houthi yang mengarah ke Riyadh. (Anadolu Agency)
Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi yang Mengarah ke Riyadh
Willy Haryono • 20 September 2026 08:40
Riyadh: Pertahanan udara Arab Saudi mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang diluncurkan kelompok pemberontak Houthi menuju ibu kota Riyadh pada Sabtu kemarin, menurut koalisi pimpinan Saudi di Yaman.
Juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, mengatakan via platform X bahwa Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Saudi berhasil mencegat rudal tersebut sebelum mencapai Riyadh.
Mengutip dari Anadolu, Minggu, 20 September 2026, al-Maliki juga mengatakan Houthi berupaya menyerang sasaran sipil dan infrastruktur di Baish, Taif, Farasan, dan Yanbu. Menurut dia, seluruh serangan tersebut berhasil digagalkan oleh sistem pertahanan udara Saudi.
Ia menuduh Houthi secara sengaja dan sistematis menargetkan warga sipil serta infrastruktur sipil di Riyadh, yang dihuni lebih dari 8 juta warga dan penduduk.
Al-Maliki mengatakan pimpinan koalisi mempertahankan hak untuk mengambil langkah yang dianggap perlu guna mencegah serangan Houthi, dengan mengacu pada hukum humaniter internasional.
Houthi Klaim Serang Riyadh dan Yanbu
Pernyataan Saudi tersebut muncul setelah juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim kelompoknya melancarkan dua operasi terhadap Arab Saudi.Saree mengatakan operasi pertama menargetkan sejumlah lokasi yang disebutnya sebagai “sasaran sensitif” di Riyadh. Operasi kedua diarahkan ke fasilitas perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco, di Kota Yanbu di pesisir Laut Merah.
Menurut Saree, Houthi menggunakan sejumlah rudal balistik, rudal jelajah, dan drone dalam serangan tersebut. Ia mengklaim serangan mencapai sasaran yang dituju, tetapi tidak memberikan rincian independen mengenai lokasi, tingkat kerusakan, maupun jumlah korban.
Pada Sabtu pagi, otoritas Arab Saudi mengeluarkan peringatan serangan udara di Riyadh untuk pertama kalinya sejak gelombang eskalasi terbaru antara Saudi dan Houthi dimulai pada Juli.
Ledakan terdengar di Riyadh dan kepulan asap terlihat di sekitar Bandara Internasional King Khalid. Hingga laporan awal, otoritas Saudi tidak melaporkan korban jiwa maupun kerusakan akibat serangan tersebut.
Eskalasi Serangan Houthi
Serangan terbaru tersebut terjadi setelah Houthi meningkatkan serangan terhadap wilayah Saudi dalam beberapa hari terakhir.Kamis lalu, satu orang tewas dan dua lainnya terluka akibat puing-puing drone yang dicegat pertahanan udara Saudi di wilayah Taif. Korban tewas merupakan warga Yaman yang tinggal di Saudi, sementara korban luka terdiri dari seorang perempuan Saudi dan seorang warga Pakistan. Sejumlah bangunan dan kendaraan juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Saudi sebelumnya juga melaporkan sejumlah upaya serangan Houthi terhadap wilayahnya, sementara kelompok tersebut menyatakan serangannya diarahkan terutama terhadap sasaran militer dan infrastruktur energi.
Eskalasi tersebut berlangsung bersamaan dengan meningkatnya pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi dan Houthi di sejumlah wilayah Yaman. Pertempuran kembali meningkat sejak awal Juli setelah periode relatif tenang selama beberapa tahun.
Baca juga: Uni Eropa Kecam Dugaan Serangan Houthi ke Makkah