Sarasehan 100 Ekonom 2026. (Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga)
Sarasehan 100 Ekonom Soroti Ketahanan Fiskal dan Sektor Keuangan
Duta Erlangga • 9 September 2026 13:05
Jakarta: Metro TV bersama Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menggelar acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 yang digelar di Grand Ballroom Kempinski Hotel Jakarta, Kamis, 3 September 2026.
Mengusung tema “Berlayar di Tengah Gelombang Global, Menjaga Daya Tahan Ekonomi Nasional”, forum yang mempertemukan para ekonom dan pemangku kebijakan ini menjadi ruang untuk membahas berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia sekaligus merumuskan gagasan dan strategi untuk memperkuat daya tahan perekonomian nasional.
Penerimaan Negara dan Ruang Fiskal
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi penerimaan negara dan ruang fiskal masih kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Penguatan penerimaan tersebut dilakukan tanpa menaikkan tarif pajak maupun menerapkan jenis pajak baru, melainkan melalui perbaikan kinerja dan reformasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai..jpg)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga)
Purbaya menyampaikan hal tersebut dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 yang digelar Metro TV bersama Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) di Grand Ballroom Kempinski Hotel Jakarta, Kamis, 3 September 2026.
Hingga akhir Juli 2026, tax collection tumbuh hampir 30 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pada periode yang sama, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat baru 0,9 persen. Menurut Purbaya, kondisi tersebut menunjukkan penerimaan dan ruang fiskal masih cukup kuat.
"Jadi penerimaan kita kuat juga nggak lemah. Ruang fiskal juga masih terbuka lebar cukup kuat. Kalau kita lihat defisit sampai akhir Juli juga baru 0,9 persen defisitnya," ujar Purbaya.
Sektor Keuangan Tetap Terjaga
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan kondisi sektor jasa keuangan Indonesia saat ini sangat sehat dan siap menahan gempuran ketidakpastian ekonomi global. Indikator perbankan dan pasar modal domestik justru menunjukkan rapor biru, saat gejolak geopolitik memicu lonjakan harga minyak dunia.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi. (Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga)
Friderica optimistis dengan resiliensi sistem keuangan nasional. Hal ini didukung oleh berbagai indikator utama, seperti Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan yang tebal serta likuiditas yang terjaga.
"Kita harus bisa melihat semua permasalahan kita secara bijak, dan bersama-sama menumbuhkan optimisme di tengah segala keterbatasan yang saat ini memang kita hadapi," ujar Friderica dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia yang diselenggarakan Metro TV di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis, 3 September 2026.
Dorong Mesin Pertumbuhan Baru
Sarasehan 100 Ekonom Indonesia merupakan forum tahunan yang digagas INDEF sebagai wadah bagi para ekonom untuk menyampaikan analisis, gagasan, serta rekomendasi kebijakan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan.Pada penyelenggaraan 2026, forum tersebut kembali mengambil relevansi di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah. Tekanan geopolitik, perubahan arah kebijakan ekonomi negara-negara besar, dinamika perdagangan dan investasi, hingga tantangan menjaga pertumbuhan ekonomi menjadi sejumlah isu yang perlu diantisipasi Indonesia.
Sejumlah tokoh ekonomi dan pemangku kebijakan hadir dalam forum tersebut. Di antaranya Wakil Menteri Investasi & Hilirisasi/Kepala BKPM RI Todotua Pasaribu, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Anggito Abimanyu, Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto, Ekonom Senior INDEF Aviliani, dan Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis Jisman P. Hutajulu.
Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 diharapkan tidak berhenti pada pembahasan mengenai tantangan, tetapi juga menghasilkan gagasan konkret mengenai mesin pertumbuhan ekonomi baru yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi domestik.