Menhut Instruksikan Pemadaman Cepat Titik Api Kecil

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto. Foto: Dok. Kemenhut.

Menhut Instruksikan Pemadaman Cepat Titik Api Kecil

Fachri Audhia Hafiez • 14 September 2026 21:36

Jakarta: Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menginstruksikan tim pemadam untuk segera bergerak cepat usai melihat kemunculan kepulan asap dan titik api baru di area bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini guna mencegah api kembali membesar.

“Dipantau lagi pak apinya, apinya yang kecil keroyokan lagi saja Manggala Agni. berasap lagi itu, lanjut lagi padamkan mumpung masih kecil,” ujar Raja Juli saat bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono di kawasan Bukit Tengkorak, Kalimantan Timur, dilansir Antara, Senin, 14 September 2026.
 


Insiden bermula ketika Raja Juli beserta rombongan melanjutkan perjalanan usai memeriksa dua titik lokasi pemadaman. Di tengah perjalanan, terlihat kepulan asap putih kembali meninggi ke udara.

Melihat kondisi tersebut, rombongan langsung berhenti untuk mengecek lokasi secara mendadak. Raja Juli pun segera memanggil jajaran Manggala Agni Kemenhut serta personel TNI-Polri yang bertugas di sekitar kawasan tersebut.

“Nyala lagi mas, Manggala Agni mana, turun lagi ajak teman-temannya yang lain. Berasap lagi,” kata Raja Juli.

Ia pun meminta jajarannya untuk memetakan jalur tercepat menuju titik asap agar pemadaman dapat langsung dilakukan sebelum api meluas.

“Tolong dikoordinasikan turun lagi, Manggala Agni Kemenhut, TNI, Polri. Cari jalan yang paling dekat,” kata Raja Juli.


Menhut Raja Juli Antoni (kanan) dan Kepala OIKN Otorita IKN Basuki Hadimuljono meninjau penanganan karhutla di Bukit Tengkorak, Kaltim. Foto: ANTARA/HO-Kemenhut.

Di lokasi kejadian, helikopter water bombing juga dikerahkan untuk melakukan pemboman air dari udara. Menhut bersama Basuki Hadimuljono tampak terus memantau proses pemadaman hingga area dipastikan aman.

Raja Juli kemudian meminta Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Kalimantan, Yudo Shekti Mustiko, untuk terus menyisir dan mengawasi setiap potensi bara api yang tersisa.

Menanggapi hal tersebut, Yudo menjelaskan bahwa lokasi tersebut sebenarnya telah berhasil dipadamkan sebelumnya. Namun, petugas gabungan tetap disiagakan penuh di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api akibat angin dan cuaca kering.

(Fachri Audhia Hafiez)