Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas terkait penanganan bencana secara hybrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Kris.
Prabowo Pantau Penanganan Karhutla, 209,78 Hektare Kebakaran Lahan Terus Dipadamkan
Gabriella Thesa Widiari • 23 September 2026 17:53
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto memantau perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan. Berdasarkan laporan yang diterima, sekitar 209,78 hektare lahan masih dalam pemadaman.
Pemantauan dilakukan Kepala Negara dalam rapat terbatas terkait penanganan bencana secara hybrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 September 2026. Rapat tersebut membahas perkembangan terkini karhutla di beberapa wilayah.
"Pada siang hari ini Bapak Presiden menginginkan laporan terkini dari Bapak Kepala BNPB terkait kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta Kalimantan secara keseluruhan, kemudian juga di Sumatra," ujar Sekrtaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, dilansir dari Antara, Rabu, 23 September 2026.
“Kami laporkan saat ini per hari ini terdapat 209,78 hektare yang masih dipadamkan terus. Ini kami ikuti terus hari per hari sehingga kami upayakan setiap hari yang dipadamkan itu besar,” ungkap Suharyanto.
Pemerintah terus mengintensifkan berbagai upaya untuk menyelesaikan karhutla, antara lain dengan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan secara masif. Metode ini akan dilanjutkan hingga musim hujan kembali normal.

Kebakaran hutan dan lahan. Foto: Istimewa
Rapat tersebut menegaskan perhatian Presiden Prabowo terhadap perkembangan karhutla di lapangan. Pemantauan harian terus dilakukan agar upaya pemadaman dapat segera menuntaskan sisa titik kebakaran.
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy Indra Wijaya di Istana Merdeka. Kepala BNPB Suharyanto dan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menyampaikan laporan dari tempat masing-masing melalui konferensi video.