Terjangan Topan Dujuan Tewaskan 2 Orang di Jepang, 4 Dinyatakan Hilang

Topan Dujuan menerjang Jepang dan menewaskan dua orang serta menyebabkan empat lainnya hilang. (Anadolu Agency)

Terjangan Topan Dujuan Tewaskan 2 Orang di Jepang, 4 Dinyatakan Hilang

Muhammad Reyhansyah • 22 September 2026 10:38

Tokyo: Sedikitnya dua orang tewas dan empat lainnya dinyatakan hilang akibat terjangan Topan Dujuan di Jepang, lapor kantor berita NHK, Selasa, 22 September 2026.

Hampir 2 juta warga Jepang juga berada di bawah perintah evakuasi setelah Topan Dujuan menerjang sejumlah wilayah negara tersebut.

Badan Meteorologi Jepang sebelumnya memperingatkan adanya “ancaman yang segera terjadi terhadap keselamatan jiwa," meski sejumlah peringatan cuaca kini telah diturunkan tingkatnya.

Topan Dujuan membawa angin kencang berkecepatan hingga 130 kilometer per jam, dengan embusan mencapai 194 kilometer per jam.

Angin kencang menyebabkan lebih dari 50 ribu orang kehilangan aliran listrik. Ratusan penerbangan juga dibatalkan, sementara layanan kereta api dihentikan di sejumlah wilayah.

Salah satu korban tewas merupakan perempuan berusia 60-an tahun yang tinggal di Yokosuka. Departemen Pemadam Kebakaran Kota Yokosuka mengatakan perempuan tersebut diduga tersapu dan tertimbun setelah rumahnya terdampak bencana.

“Tim penyelamat kemudian menemukan perempuan tersebut di dalam rumah dan memastikan kematiannya,” sebut laporan NHK.

Di Prefektur Chiba, seorang pria berusia 50-an tahun tewas setelah terjebak ketika bekerja membersihkan material longsor. Departemen Pemadam Kebakaran Kota Sodegaura mengatakan pria tersebut jatuh ke semak bambu bersama alat berat sebelum dilarikan ke rumah sakit. Polisi tengah menyelidiki insiden tersebut.

Topan Dujuan juga memaksa pembatalan sejumlah agenda yang berlangsung selama libur lima hari di Jepang. Konser yang dijadwalkan pada Senin di festival musik Rock in Japan dibatalkan, sementara Tokyo Game Show juga membatalkan rangkaian acara pada hari yang sama.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban melalui unggahan di X. 

“Dengan rasa urgensi, saya menginstruksikan Kepala Sekretaris Kabinet Takehara dan Menteri Hosono untuk merespons dengan kesiapsiagaan penuh,” tulis Takaichi.

Takaichi tetap melanjutkan kunjungannya ke Amerika Serikat sesuai jadwal. Dia dijadwalkan berbicara dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada Selasa ini dan bertemu Presiden AS Donald Trump.

Topan Dujuan merupakan topan ke-25 yang melanda Jepang tahun ini. Badai tersebut masih bergerak menyusuri pesisir Pasifik menuju utara.

Otoritas memperingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca. Dampak keseluruhan dari topan diperkirakan baru dapat diketahui secara lebih lengkap pada Selasa.

Baca juga: Topan Dujuan Dekati Jepang, Risiko Banjir dan Longsor Meningkat

(Willy Haryono)