Topan Dujuan Dekati Jepang, Risiko Banjir dan Longsor Meningkat

Ilustrasi hujan badai. (Metrotvnews.com)

Topan Dujuan Dekati Jepang, Risiko Banjir dan Longsor Meningkat

Muhammad Reyhansyah • 21 September 2026 12:55

Kanto: Topan Dujuan mendekati pantai Pasifik Jepang pada Senin, 21 September 2026 dengan membawa hujan deras dan angin kencang serta meningkatkan risiko banjir serta tanah longsor di wilayah Kanto dan sejumlah daerah lain di Jepang timur.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) memperingatkan kondisi cuaca dapat memburuk dengan cepat ketika Topan Dujuan diperkirakan melintas dekat wilayah metropolitan Tokyo pada Senin.

Hujan deras telah mengguyur sejumlah wilayah Kepulauan Izu, Prefektur Chiba, dan kawasan pesisir Pasifik lainnya. Beberapa lokasi mencatat curah hujan lebih dari 300 milimeter sejak Sabtu.

“Hujan akan semakin deras mulai Senin sore ketika topan mendekati wilayah Kanto yang mencakup Tokyo dan sejumlah prefektur di sekitarnya,” kata JMA, dikutip dari Channel News Asia.

Otoritas Jepang memperingatkan kemungkinan terbentuknya pita hujan linear di wilayah Kanto dan Jepang tengah yang dapat meningkatkan risiko banjir bandang dan bencana terkait hujan lainnya.

Pita hujan linear merupakan rangkaian awan hujan yang dapat menghasilkan curah hujan sangat tinggi di wilayah yang relatif sempit selama beberapa jam.

Fenomena tersebut menjadi perhatian yang semakin besar di Jepang dalam beberapa tahun terakhir karena dapat menyebabkan akumulasi hujan dalam jumlah besar dalam waktu singkat.

Cuaca buruk akibat pendekatan Topan Dujuan juga berdampak pada penyelenggaraan Asian Games di Prefektur Aichi, Jepang tengah.

Panitia menunda pertandingan nomor eventing berkuda yang semula dijadwalkan berlangsung pada Senin menjadi Selasa karena kondisi cuaca yang diperkirakan memburuk.

Topan Dujuan datang di tengah rangkaian cuaca ekstrem di berbagai wilayah dunia sepanjang tahun ini, termasuk hujan dengan intensitas tinggi, banjir, dan siklon tropis yang melanda kawasan Asia Timur, Amerika Utara, dan Eropa.

Baca juga: Hujan Deras Picu Banjir Parah di Nagoya Jepang, 2 Juta Warga Dievakuasi

(Willy Haryono)