BPBD Aceh Tenggara menurunkan satu unit alat berat excavator ke Desa Peseluk Pesimbe untuk melakukan penanganan terhadap tanggul yang jebol. Foto: Dokumentasi BPBD Aceh Tenggara
479 Warga Terdampak Banjir di Aceh Tenggara
Fajri Fatmawati • 26 September 2026 11:19
Aceh Tenggara: Sebanyak 479 jiwa dari 124 kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang melanda tiga desa di dua kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara. Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah tersebut.
“Sebanyak 124 kepala keluarga atau 479 jiwa terdampak banjir yang terjadi di tiga desa pada dua kecamatan di Aceh Tenggara,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, Asbi, Sabtu, 26 September 2026.
Asbi mengatakan, banjir dipicu cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur sebagian besar wilayah Aceh Tenggara. Kondisi tersebut menyebabkan debit air Sungai Lawe Kisam dan Sungai Lawe Kinga meningkat.
Akibatnya, tanggul Sungai Lawe Kisam di wilayah Desa Peseluk Pesimbe, Kecamatan Deleng Pokhkison, jebol. Air sungai meluap dan berdampak terhadap permukiman penduduk serta lahan pertanian di sekitar lokasi.
“Jebolnya tanggul Sungai Lawe Kisam menyebabkan air meluap dan berdampak terhadap permukiman penduduk serta lahan pertanian di sekitar lokasi kejadian,” ujarnya.

Banjir melanda Wilayah Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh. Foto: Dokumentasi BPBA
Selain itu, banjir luapan juga terjadi di sekitar Jembatan Desa Kuning I, Kecamatan Bambel. Air membawa material lumpur dan kayu hingga menutupi badan jalan nasional dengan ketebalan sekitar 35 hingga 45 sentimeter.
“Luapan banjir di Jembatan Kuning I membawa lumpur dan kayu sehingga jalan nasional tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kemacetan mencapai kurang lebih dua kilometer,” ujar Asbi.
Tiga desa yang terdampak banjir tersebut yakni Desa Peseluk Pesimbe dan Desa Lembah Alas di Kecamatan Deleng Pokhkison serta Desa Kuning I di Kecamatan Bambel.
BPBD Aceh Tenggara telah melakukan kaji cepat dan mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi untuk melakukan pendataan. Petugas juga menurunkan satu unit alat berat excavator ke Desa Peseluk Pesimbe untuk menutup tanggul Sungai Lawe Kisam yang jebol.
“Kami juga telah menurunkan satu unit alat berat excavator ke Desa Peseluk Pesimbe untuk melakukan penanganan terhadap tanggul yang jebol. Untuk kondisi terakhir air sudah surut,” jelas Asbi.