Pengelolaan sampah. Foto: Ilustrasi Metrotvnews/Roni Kurniawan
Daur Ulang Diperkuat untuk Mencegah Pencemaran Laut
M Sholahadhin Azhar • 22 September 2026 17:25
Jakarta: Proses daur ulang sampah diperkuat untuk mencegah pencemaran laut. Hal itu, sebagai bagian dari kepedulian lingkungan untuk menghadapi perubahan iklim. Salah satu yang memastikan hal tersebut yakni SIG.
"Berupaya memastikan lebih banyak kemasan bekas masuk ke alur pemulihan dan daur ulang yang tepat, sekaligus mendorong kebiasaan daur ulang yang dapat memberikan manfaat lingkungan dan sosial secara berkelanjutan.” ujar Commercial Director Asia Pacific South, Japan and Korea di SIG, Noer Wellington, dalam keterangan tertulis, Selasa, 22 September 2026.
Hal itu diungkap pihaknya terkait kolaborasi bersama Plastic Bank, Wuppertal Institute for Climate, Environment and Energy, serta Decision Context. Kolaborasi untuk memperluas “Recycle for Good” di Indonesia sebagai bagian dari pengembangan kegiatan yang sebelumnya telah dilaksanakan di Jakarta dan sekitarnya.
Perluasan ini mencakup sejumlah lokasi baru, termasuk Surabaya dan Malang di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, serta Bali. Ekspansi tersebut merupakan bagian dari proyek regional “Recycle for Good – Prevent Marine Litter”, yang didanai melalui ZUG atas nama Kementerian Federal Jerman untuk Lingkungan, Aksi Iklim, Konservasi Alam, dan Keselamatan Nuklir.
Baca Juga :
9.000 Sekolah DKI bakal Kelola Sampah Elektronik
"Bertujuan membuat daur ulang lebih mudah diakses, praktis, dan memberikan manfaat bagi masyarakat di Indonesia. Masalah sampah laut tidak dapat diatasi hanya melalui peningkatan kesadaran," kata Noer.
Perluasan program ini bertujuan memperkuat upaya pemilahan, pengumpulan, dan daur ulang sampah, sekaligus mendorong partisipasi yang lebih luas dari masyarakat dan para pemangku kepentingan di sepanjang rantai nilai limbah kemasan.
"Diperlukan pula pemilahan yang lebih baik, jaringan pengumpulan yang lebih kuat, infrastruktur daur ulang yang mumpuni, serta partisipasi berkelanjutan dari masyarakat dan para mitra di sepanjang value chain," kata Noer.
Perluasan ini melanjutkan kegiatan “Recycle for Good” yang telah berjalan di wilayah Jakarta dan akan semakin memperluas program pengumpulan kemasan sekaligus mendukung investasi pada infrastruktur daur ulang di Indonesia.
Sebagai bagian dari upaya ini, pihaknya telah bekerja sama dengan Eco-Paper untuk meningkatkan peralatan pulping di fasilitas daur ulangnya, sehingga dapat memperkuat kapasitas untuk memproses karton minuman bekas pakai dan membantu menciptakan alur pemulihan yang lebih efektif bagi kemasan yang terkumpul.

Program recycle for good. Foto: Istimewa
Secara regional, proyek ini menargetkan pencegahan sedikitnya 10.000 ton limbah kemasan agar tidak masuk ke laut, sekaligus melibatkan sedikitnya 100.000 rumah tangga di tiga negara peserta. Pendekatan lintas negara ini memungkinkan Indonesia, Thailand, dan Filipina untuk saling berbagi pengalaman, data, metodologi, serta praktik implementasi yang efektif.
Pertukaran ini diharapkan dapat membantu mengidentifikasi pendekatan yang dapat disesuaikan dan diperluas berdasarkan kondisi sistem daur ulang serta kebutuhan masyarakat di masing-masing negara.
Melalui pengembangan program pengumpulan secara berkelanjutan, investasi pada fasilitas daur ulang, serta kolaborasi dengan para mitra di sepanjang value chain, SIG berupaya membantu memperkuat sistem yang memungkinkan kemasan bekas dikumpulkan, dipulihkan, dan pada akhirnya kembali dimanfaatkan secara produktif.