Kepala Bidang Peran Serta Masyarakat, Data dan Informasi, Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat, Elisabeth Tarigan, dalam sosialisasi E-Waste School Movement. Foto: MI/Farhan.
9.000 Sekolah DKI bakal Kelola Sampah Elektronik
Mohamad Farhan Zhuhri • 22 September 2026 12:24
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai memperluas pengelolaan sampah elektronik melalui program E-Waste School Movement. Gerakan terebut diawali dari sekolah yang peduli terhadap lingkungan (Sekolah Adiwiyata) dan menjangkau sekitar 9.000 sekolah di Ibu Kota.
Kepala Bidang Peran Serta Masyarakat, Data dan Informasi, Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat, Elisabeth Tarigan, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari gerakan pemilahan sampah di lingkungan sekolah. “Jadi, ini adalah sebagai salah satu langkah kepedulian terkait dengan gerakan pengelolaan sampah, gerakan pilah sampah, khususnya di sini adalah mengenai sampah elektronik,” kata Elisabeth dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 22 September 2026.
SMA Negeri 68 Jakarta menjadi titik awal pelaksanaan program. Menurut Elisabeth, sekolah Adiwiyata dipilih karena telah memiliki kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan.
Baca Juga :
175 Kg Sampah Terkumpul dari Aksi Plogging di CFD Sudirman
“Dimulai dari sekolah-sekolah memang yang sudah melakukan gerakan peduli lingkungan yang selama ini berwawasan lingkungan,” ungkap Elisabeth.Saat ini, terdapat sekitar 440 sekolah Adiwiyata di Jakarta. Namun, sasaran program tidak berhenti di sekolah Adiwiyata dan akan diperluas ke seluruh sekolah.
“Padahal kita punya sekolah itu sekitar 9.000. Ya, jadi sekolah sih sudah ada, ya sebagian sudah ada, tetapi mungkin masih ada yang belum,” jelas Elisabeth

Ilustrasi pilah sampah. Foto: Antara.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Pusat, Bakwan Ferizan Ginting, mengatakan gerakan tersebut sejalan dengan Instruksi Kadis Pendidikan Nomor 33 Tahun 2026 tentang Gerakan Pilih dan Olah Sampah di seluruh sekolah DKI. "Di Dinas Pendidikan ada lebih kurang sekitar 9.000 sekolah, baik negeri dan swasta, yang tentunya juga butuh kolaborasi daripada kita semua,” kata Bakwan Ferizan.
Program tersebut nantinya didukung sarana pengumpulan berupa drop box e-waste di sekolah. Pengangkutan akan dilakukan dengan mekanisme dan jadwal yang disesuaikan dengan kondisi sampah di masing-masing sekolah.