Kemendikdasmen Salurkan Santunan bagi Murid dan Guru Pascegempa NTT

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. Foto: Antara.

Kemendikdasmen Salurkan Santunan bagi Murid dan Guru Pascegempa NTT

Anggi Tondi Martaon • 20 August 2026 16:16

Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan santunan hingga bantuan bagi murid dan guru yang terdampak bencana gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan diberikan untuk memastikan pendidikan tetap berjalan di lokasi bencana.

"Bantuan yang kami bawa mungkin sederhana, tetapi ini adalah bentuk kepedulian dan komitmen kami untuk terus hadir bersama anak-anak, guru, dan keluarga yang terdampak bencana,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dikutip dari Antara, Kamis, 20 Agustus 2026.

Kemendikdasmen memberikan bantuan berupa goodie bag berisi makanan bagi 29 anak jenjang PAUD, 229 murid SD, dan 116 murid SMP yang berada di pengungsian SD Inpres Robo, Kecamatan Feri Ruteng, Kabupaten Manggarai.  

Selain bingkisan makanan berupa susu, air minum kemasan, dan makanan ringan, tim Kemendikdasmen menyerahkan school kit secara simbolis kepada perwakilan murid jenjang PAUD, SD, dan SMP. Sedangkan family kit turut diberikan kepada para guru yang berada di lokasi pengungsian.

Selain menyalurkan bantuan di lokasi pengungsian, Kemendikdasmen melalui Direktorat Sekolah Dasar memberikan santunan guru di SDK Ri’i, Desa Bea Mese, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai yang tertimpa reruntuhan bangunan rumah akibat dampak gempa bumi. Santunan diberikan sebesar Rp2 juta.

Kemendikdasmen pun menyalurkan santunan dan school kit kepada salah satu murid kelas V SDK Ri’i yang terkena reruntuhan puing bangunan sekolah.  Jumlah santunan yang diberikan sebesar Rp1 juta.

Santunan juga diberikan kepada keluarga murid yang meninggal dunia, yakni Febriani Evika Jas, murid kelas V SDK Ri’i. Santunan yang diberikan sebesar Rp5 juta serta bantuan sembako kepada orang tua almarhumah.  

Pada kesempatan yang berbeda, Kepala Susteran Misionaria Claris Ruteng Sr. Flaviana Dia, MC mengungkapkan betapa bermaknanya kehadiran pemerintah di tengah masa-masa sulit yang dialami para suster, guru, dan peserta didik di Ruteng.  

(Anggi Tondi)