Kotim Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla hingga 15 September

Personel Satgas Karhutla Kotim saat berjuang memadamkan kebakaran lahan belum lama ini. (ANTARA/HO-BPBD Kotim)

Kotim Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla hingga 15 September

Silvana Febiari • 26 August 2026 09:37

Kotawaringin Timur: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah memperpanjang status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama 20 hari. Status tersebut diperpanjang hingga 15 September 2026 dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan cuaca.

“Kami menyepakati untuk status tanggap darurat yang berakhir 26 Agustus itu diperpanjang, sembari kita mengevaluasi keadaan nanti,” kata Bupati Kotim Halikinnor, dilansir dari Antara, Rabu, 26 Agustus 2026.

Berdasarkan laporan Posko Karhutla dan Kekeringan Kotim, jumlah kejadian karhutla di wilayah setempat masih terus bertambah. Sementara BMKG melaporkan suhu masih tinggi dan kondisi cuaca diperkirakan berpotensi memicu karhutla hingga pertengahan September.


“Kami juga akan terus mengevaluasi kondisi di lapangan untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya,” ucap Halikinnor.

Wakil Komandan Harian III Posko Karhutla dan Kekeringan Kotim Rihel mengatakan perpanjangan status tanggap darurat berlaku mulai 27 Agustus hingga 15 September 2026.

“Perpanjangan status tanggap berlaku dari 27 Agustus sampai 15 September, jadi 20 hari. Tetapi itu nantinya akan kami evaluasi kembali, apakah perlu diperpanjang lagi atau tidak,” ungkap Rihel.

Ia menerangkan evaluasi tersebut melihat perkembangan karhutla dan kondisi cuaca. Berdasarkan prakiraan BMKG, puncak musim kemarau di Kotim masih berlangsung hingga September.


Kapolres AKBP Resky Maulana Zulkarnain (kiri) dan Wakil Bupati Kotim Irawati (kanan) turut berjibaku memadamkan karhutla di salah satu titik di Kota Sampit, Senin, 10 Agustus 2026. ANTARA/Devita Maulina

Menurut data BPBD Kotim hingga 23 Agustus 2026, tercatat 451 kejadian karhutla. Luas lahan yang terbakar mencapai lebih dari 1.460 hektare dan tersebar di sejumlah kecamatan.

Kecamatan Seranau menjadi salah satu wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar yakni lebih dari 703 hektare. Sementara jumlah kejadian terbanyak tercatat di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dengan 202 kejadian.

Ancaman karhutla juga terlihat dari tingginya akumulasi titik panas. Sejak Januari hingga 23 Agustus 2026 tercatat 7.893 titik panas yang tersebar di seluruh kecamatan di Kotim.

Jumlah titik panas tersebut mulai mendekati kondisi pada 2019 yang tercatat sekitar 10.000 titik. Padahal, 2019 merupakan salah satu tahun dengan kondisi karhutla terparah di Kotim.

(Silvana Febiari)