PM baru Hongaria Peter Magyar. (EPA-EFE)
PM Baru Hongaria Peter Magyar Janji Pulihkan Hubungan dengan Uni Eropa
Willy Haryono • 10 May 2026 19:56
Budapest: Perdana Menteri baru Hongaria, Peter Magyar, dalam pidato pertamanya usai dilantik pada Sabtu berjanji memulihkan kredibilitas internasional negaranya, memperkuat demokrasi, dan membuka akses terhadap miliaran euro dana Uni Eropa yang selama ini dibekukan.
“Kami akan menjadi pemerintahan yang menjunjung kedaulatan nasional, memulihkan kredibilitas internasional Hongaria, membangun kembali aliansi kami, dan membawa pulang sumber daya Uni Eropa yang menjadi hak rakyat serta perusahaan Hongaria,” kata Magyar, seperti dilansir dari Kyiv Post, Minggu, 10 Mei 2026.
Ia menegaskan Hongaria akan tetap berada di jalur Eropa sambil mempertahankan kepentingan nasionalnya.
“Tempat Hongaria adalah di Eropa, dan kami sedang membangun Hongaria Eropa yang kuat dan dihormati,” ujarnya.
Uni Eropa sebelumnya membekukan sekitar 17 miliar euro dana kohesi dan pemulihan untuk Hongaria akibat kekhawatiran berkepanjangan terkait supremasi hukum pada era pemerintahan Viktor Orban.
Isu yang dipersoalkan mencakup independensi peradilan, risiko korupsi sistemik dalam pengadaan publik, dan kemunduran demokrasi.
Melayani Hongaria
Selain itu, Budapest juga tengah mengupayakan pinjaman pertahanan sekitar 17 miliar euro dari program SAFE milik Uni Eropa. Secara total, potensi dana sekitar 34 miliar euro dinilai dapat memberi dorongan besar bagi ekonomi Hongaria.Magyar mengatakan pemerintahannya akan meninjau sistem konstitusi negara, memulihkan independensi lembaga, dan mengusulkan pembatasan masa jabatan perdana menteri.
“Saya tidak akan memerintah Hongaria. Saya akan melayani negara saya,” katanya.
Menurut Magyar, kemenangan Partai Tisza dalam pemilu 12 April menunjukkan rakyat Hongaria menginginkan awal baru setelah bertahun-tahun mengalami perpecahan politik.
Ia juga menuduh pemerintahan sebelumnya membiarkan triliunan forint dana publik menghilang melalui yayasan, bank sentral, investasi bernilai tinggi, dan lingkaran bisnis yang memiliki koneksi politik.
Namun, Magyar menegaskan pembaruan tidak akan mungkin terjadi tanpa akuntabilitas.
“Tidak ada awal baru tanpa rekonsiliasi. Namun rekonsiliasi tidak mungkin tanpa keadilan, dan keadilan tidak mungkin tanpa konfrontasi,” ujarnya.
Layanan Publik dan Persatuan Nasional
Dalam pidatonya, Magyar meminta maaf kepada guru, jurnalis, aktivis sipil, tenaga kesehatan, dan tokoh publik yang menurutnya selama ini diserang atau diperlakukan sebagai musuh karena mengkritik penguasa.Ia juga menyerukan masyarakat untuk terus mengawasi pemerintah dan memastikan janji-janji politik ditepati. “Tanah air tidak boleh dan tidak akan menjadi hak istimewa segelintir orang. Tanah air kami adalah rumah bersama seluruh rakyat Hongaria,” katanya.
Magyar berjanji membangun kembali layanan publik, kepercayaan masyarakat, persaingan yang adil, dan persatuan nasional secara bertahap.
Ia menyebut pemerintahannya akan fokus pada warga miskin, pensiunan, anak-anak, guru, dokter, dan perawat.
Menurutnya, Hongaria membutuhkan sistem kesehatan yang mampu memberikan bantuan tepat waktu, sekolah yang membuka peluang mobilitas sosial bagi anak-anak, serta sistem perlindungan anak yang benar-benar memberikan perlindungan nyata.
Baca juga: Peter Magyar Resmi Jadi PM Hongaria, Akhiri 16 Tahun Dominasi Orban