Presiden Taiwan Lai Ching-te. (Anadolu Agency)
Presiden Lai Ching-te Tegaskan Taiwan Berhak Jalin Hubungan Internasional
Willy Haryono • 6 May 2026 16:30
Taipei: Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan bahwa menjalin hubungan internasional merupakan hak dasar setiap negara, tak terkecuali Taipei.
Pernyataan ini disampaikan usai Lai melakukan lawatan tiga hari ke Eswatini, sebuah kunjungan yang disebut sempat mendapat hambatan dari Tiongkok.
Pemerintah Taiwan menyatakan perjalanan itu awalnya dijadwalkan bulan lalu, namun batal akibat tekanan Tiongkok. Beijing disebut menekan tiga negara agar mencabut izin penerbangan sehingga pesawat Lai tidak dapat melintasi wilayah udara mereka.
Meski demikian, Lai tetap melanjutkan kunjungan dengan menjadwalkan ulang dan tiba di Eswatini pada 2 Mei. Dalam kunjungan tersebut, ia membahas kerja sama di bidang ekonomi, pertanian, budaya, dan pendidikan dengan pemerintah setempat.
Setibanya kembali di Taiwan, Lai menegaskan pentingnya kebebasan diplomasi. “Seperti mengunjungi teman, ini adalah hak dasar setiap negara,” ucap Lai, dikutip dari media Independent, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia juga menyebut perjalanan tersebut menunjukkan tekad rakyat Taiwan untuk menjadi bagian dari dunia. Lai menambahkan bahwa Taiwan tidak akan mundur meski menghadapi tekanan dari pihak luar.
Kunjungan ini dilakukan secara tertutup tanpa pengumuman sebelumnya, mengingat sensitifnya hubungan diplomatik Taiwan. Lai menggunakan pesawat milik raja Eswatini dan menempuh rute lebih panjang untuk menghindari wilayah yang berpotensi mendapat tekanan dari Tiongkok.
Dalam perjalanan kembali, pesawat melintasi sejumlah wilayah termasuk Indonesia, Malaysia, dan Filipina sebelum mendarat di Bandara Taoyuan. Lai didampingi Wakil Perdana Menteri Eswatini, Thulisile Dladla, yang membantu kelancaran perjalanan delegasi.
Tiongkok mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menentang hubungan diplomatik negara lain dengan Taipei. Beijing juga menyebut Lai sebagai separatis dan menolak pengakuan Taiwan sebagai negara berdaulat.
Meski demikian, Lai menolak klaim tersebut dan menegaskan bahwa Taiwan berhak menjalin hubungan internasional. Ia juga menyatakan bahwa kekuatan suatu negara bukan terletak pada dominasi, melainkan pada kemampuan membawa kesejahteraan bagi semua pihak. (Keysa Qanita)
Baca juga: Bela Kunjungan Presiden Lai ke Eswatini, AS Sebut Taiwan Mitra yang Dapat Dipercaya