Presiden Taiwan Lai Ching-te berjabat tangan dengan Raja Mswati III dari Kerajaan Eswatini di Manduvlo Grand Hall, Manzini, 2 Mei 2026. (Taiwan Presidential Office/Handout)
Bela Kunjungan Presiden Lai ke Eswatini, AS Sebut Taiwan Mitra yang Dapat Dipercaya
Dimas Chairullah • 4 May 2026 14:31
Taipei: Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) melontarkan dukungan penuh kepada Taiwan dengan menyebutnya sebagai mitra "yang dapat dipercaya dan mumpuni."
AS juga menilai bahwa hubungan global Taiwan, termasuk kemitraan diplomatiknya yang erat dengan Eswatini, telah memberikan manfaat yang sangat signifikan bagi dunia.
Pernyataan dukungan ini muncul merespons kunjungan mendadak Presiden Taiwan Lai Ching-te ke kerajaan di Afrika bagian selatan tersebut. Lai tiba di negara yang sebelumnya bernama Swaziland itu pada Sabtu lalu.
Kunjungan ini dilakukan setelah Taipei menuding Tiongkok telah memberikan tekanan yang menyebabkan batalnya rencana perjalanan bulan lalu. Kala itu, Beijing dituduh mengintervensi dengan meminta tiga negara Samudra Hindia untuk menolak izin terbang bagi pesawat kepresidenan Taiwan.
Tiongkok selama ini memandang Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya, dan bersikeras bahwa Taipei tidak memiliki hak untuk menjalin hubungan antarnegara. Posisi ini ditentang keras oleh pemerintah Taiwan. Di sisi lain, Beijing terus mendesak komunitas global untuk memutus segala bentuk hubungan dengan pulau tersebut.
"Taiwan adalah mitra tepercaya dan mumpuni bagi Amerika Serikat dan banyak negara lainnya, dan hubungannya di seluruh dunia memberikan manfaat signifikan bagi warga negara-negara tersebut, termasuk Eswatini," ungkap seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS, sebagaimana dikutip dari laporan Miami Herald, Senin, 4 Mei 2026.
Juru bicara tersebut menambahkan bahwa perjalanan luar negeri untuk mengunjungi mitra diplomatik adalah hal yang lumrah dilakukan oleh setiap presiden Taiwan yang terpilih secara demokratis.
Pendahulu Lai, Tsai Ing-wen, tercatat juga pernah berkunjung ke Eswatini pada tahun 2018 dan 2 023. "Perjalanan ini adalah hal rutin dan tidak seharusnya dipolitisasi," tegasnya.
Hubungan Taiwan-Eswatini
Eswatini, yang berpenduduk sekitar 1,3 juta jiwa, merupakan satu dari hanya 12 negara di dunia yang masih memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan. Negara ini juga menjadi satu-satunya sekutu Taipei di benua Afrika, wilayah di mana Tiongkok secara umum memiliki cengkeraman ekonomi yang sangat dalam.Beijing sebelumnya mengecam keras perjalanan Lai yang harus menggunakan pesawat pemerintah Eswatini, bahkan melontarkan hinaan dengan menyebut Lai "seperti tikus yang berlarian menyeberang jalan".
AS sendiri tetap kukuh sebagai pendukung internasional sekaligus pemasok senjata terpenting bagi Taiwan, sebuah langkah krusial yang selalu memicu murka Beijing.
Terkait hal ini, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi bahkan sempat memperingatkan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bahwa isu Taiwan adalah "titik risiko terbesar" bagi hubungan Sino-AS, menjelang pertemuan puncak para pemimpin kedua negara akhir bulan ini.
Sementara itu, Presiden Lai kembali menegaskan bahwa hanya rakyat Taiwan yang berhak menentukan masa depan mereka sendiri dan Taiwan berhak untuk berinteraksi dengan seluruh dunia.
Pada hari Minggu, Lai secara resmi telah mengundang Raja Mswati III untuk kembali berkunjung ke Taiwan, menyusul kehadirannya di Eswatini untuk merayakan peringatan 40 tahun kenaikan takhta sang raja.
Baca juga: Presiden Taiwan Tantang Tekanan Tiongkok Lewat Kunjungan Diplomatik ke Eswatini