Presiden Taiwan Lai Ching-te. (Anadolu Agency)
Presiden Taiwan Tantang Tekanan Tiongkok Lewat Kunjungan Diplomatik ke Eswatini
Dimas Chairullah • 3 May 2026 14:34
Taipei – Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan bahwa Taiwan memiliki hak penuh untuk berinteraksi dengan dunia internasional tanpa campur tangan negara lain.
Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungan mendadaknya ke Eswatini pada Sabtu (2/5), salah satu dari sedikit negara yang masih memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taipei.
“Republik Tiongkok, Taiwan, adalah negara berdaulat dan Taiwan adalah bagian dari dunia,” ujar Lai dalam pernyataan resmi kepresidenan yang dikutip AsiaOne, Minggu, 3 Mei 2026.
Ia menegaskan bahwa 23 juta warga Taiwan memiliki hak untuk berkontribusi di tingkat global. “Tidak ada negara yang berhak mencegah Taiwan berkontribusi kepada dunia,” lanjutnya.
Kunjungan Lai ke Eswatini dilakukan untuk menghadiri peringatan 40 tahun kenaikan takhta Raja Mswati III.
Perjalanan tersebut disebut berlangsung secara tertutup menggunakan pesawat pemerintah Eswatini guna meminimalkan potensi gangguan diplomatik eksternal.
Sebelumnya, Taiwan mengungkapkan bahwa Beijing berupaya menekan sejumlah negara di kawasan Samudra Hindia agar mencabut izin penerbangan bagi pesawat presiden Taiwan.
Tiongkok selama ini menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menolak pengakuan internasional terhadap pemerintahan Taipei. Beijing juga terus menekan negara-negara lain agar membatasi hubungan resmi dengan Taiwan.
Meski demikian, pemerintah Taiwan menegaskan bahwa masa depan diplomasi dan kedaulatannya ditentukan oleh rakyat Taiwan sendiri, bukan oleh tekanan eksternal.
Baca juga: Tiongkok Sebut Klaim AS soal Tekanan Militer di Taiwan sebagai Distorsi