Sampit Terancam Diselimuti Kabut Asap jika Karhutla Meluas

Suasana Kota Sampit menjelang pagi hari yang mulai diliputi kabut asap, Minggu, 19 Juli 2026. ANTARA/Devita Maulina

Sampit Terancam Diselimuti Kabut Asap jika Karhutla Meluas

Silvana Febiari • 20 July 2026 11:59

Sampit: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menyebut Sampit berpotensi terdampak kabut asap jika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah selatan terus meluas. Kondisi tersebut dipengaruhi dominannya angin tenggara atau angin timuran.

“Sekarang angin timuran sudah dominan. Jadi, jika karhutla terjadi di wilayah selatan, kemungkinan besar asapnya akan terbawa ke Kota Sampit, yang kami takutkan itu,” kata Kepala BMKG Kotawaringin Timur Mulyono Leo Nardo, dilansir dari Antara, Senin, 20 Juli 2026. 
 


Pada musim kemarau saat ini pola angin didominasi bertiup dari arah timur, tenggara, dan selatan. Hal tersebut berpotensi membawa asap karhutla menuju wilayah perkotaan.

Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama. Sebab, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebagian besar kejadian karhutla belakangan ini memang terjadi di wilayah selatan.

“Kalau kebakaran hutan dan lahan banyak di daerah selatan, asap-asap itu akan dibawa ke daerah Sampit atau ke wilayah utara mengikuti arah angin yang dominan,” ujarnya.

Mulyono juga menerangkan fenomena kabut asap yang muncul pada malam hingga pagi hari dipengaruhi perubahan kecepatan angin. Saat siang hari, angin yang relatif lebih kuat membuat asap terus bergerak dan menyebar ke wilayah lain.


Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru, Riau. (Metrotvnews.com)


Sebaliknya, ketika memasuki malam hari, kondisi angin cenderung lebih tenang. Pergerakan asap melambat bahkan dapat bertahan di suatu wilayah dalam waktu lebih lama.

“Kalau malam hari anginnya cenderung lebih tenang, sehingga asap itu menetap di situ dan tidak bisa bergerak ke mana-mana. Itu sebabnya kabut asap sering terlihat lebih pekat pada malam sampai pagi hari,” ucapnya.

(Silvana Febiari)