Ilustrasi polusi udara. Foto: MI/Usman Iskandar
Pemprov DKI dan BMKG Siapkan Sistem Prediksi Polusi Udara
Gabriella Thesa Widiari • 6 June 2026 21:32
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mempersiapkan sistem peringatan dini kualitas udara atau Early Warning System (EWS). Sistem tersebut untuk memprediksi polusi Udara dengan lebih akurat.
"EWS kualitas udara ini kami siapkan sebagai instrumen pencegahan," ujar epala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi, dilansir dari Antara, Sabtu, 6 Juni 2026.
Ia mengatakan, dengan mengetahui potensi kondisi kualitas udara beberapa hari ke depan, pemerintah dapat memperkuat langkah mitigasi yang diperlukan. Pengembangan EWS kualitas udara itu merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemprov DKI dalam mengurangi dampak pencemaran udara dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Masyarakat memiliki waktu untuk menyesuaikan aktivitas dan melakukan langkah perlindungan diri sejak dini," ujar Dudi.
Menurut Dudi, keberadaan sistem peringatan dini itu dapat memberikan manfaat besar. Terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak pencemaran Udara, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, seperti asma dan gangguan paru-paru lainnya.
Ke depan, dia berharap EWS kualitas udara dapat menjadi sumber informasi utama bagi masyarakat Jakarta dalam memantau kondisi udara secara real time maupun prediktif.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Foto: ANTARA/HO-Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta
Pengembangan sistem prakiraan kualitas udara tersebut dilakukan BMKG melalui pemanfaatan teknologi pemodelan kualitas udara berbasis spasial. Hal ini dikenal dengan nama Sistem Informasi dan Layanan Mahasiswa (SILAM) Urban.
Teknologi itu memungkinkan pemetaan kondisi polusi udara secara lebih rinci dengan cakupan seluruh wilayah Jakarta yang terdiri dari 44 kecamatan. Bahkan, sistem tersebut mampu memberikan informasi hingga radius satu kilometer, sehingga data yang disajikan lebih spesifik dan relevan bagi masyarakat.
Koordinator Sub Bidang Informatif Gas Rumah Kaca BMKG Albert C Nahas mengatakan, informasi yang disediakan melalui SILAM Urban tidak hanya terbatas pada prakiraan kualitas udara secara umum.
Informasi yang dihasilkan itu mencakup enam jenis polutan utama, termasuk PM2.5. Melalui SILAM Urban, masyarakat dapat melihat peta kualitas udara per kecamatan di Jakarta, tren Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) hingga tiga hari ke depan, dan kondisi meteorologi.
"Termasuk peringkat kecamatan berdasarkan kualitas udara, hingga grafik konsentrasi polutan yang memudahkan pemantauan kualitas udara sehari-hari," tutur Albert.