Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: dok. Pemprov DKI.
Pramono Sebut Kesenjangan dan Degradasi Moral jadi Tantangan Jakarta
Gabriella Thesa Widiari • 11 August 2026 21:27
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengunkapkan, penguatan kohesi sosial, harmoni, dan moral di tengah masyarakat yang semakin beragam menjadi tantangan Jakarta. Terutama ketika Jakarta hendak bertransformasi menjadi kota global.
"Tantangannya bukan hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga kesenjangan sosial, disinformasi, polarisasi, degradasi moral, serta bagaimana menjaga harmoni dalam keberagaman,” kata Pramono, dilansir dari Antara, Selasa, 11 Agustus 2026.
Pramono juga berharap MUI terus memperkuat perannya hingga ke tingkat masyarakat sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan umat. Ia mengatakan, MUI perlu terus memperbarui metode dakwah agar tetap relevan dengan karakter masyarakat Jakarta yang modern, plural, dan digital.
"MUI diharapkan hadir sampai ke tingkat masyarakat, menjadi jembatan antara pemerintah dan umat, menyampaikan aspirasi masyarakat, memberi masukan terhadap kebijakan, serta terus memperbarui metode dakwah agar relevan dengan kehidupan masyarakat Jakarta yang modern, plural, dan digital," kata Pramono.
.jpg)
Ilustrasi Kota Jakarta. Foto: dok. Medcom.
Pramono menambahkan, komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk terus membangun kolaborasi strategis dengan MUI dan berbagai lembaga keagamaan lainnya.
Sinergi tersebut salah satunya diwujudkan melalui penyusunan peta jalan keumatan Jakarta 2025–2030 yang terintegrasi dengan RPJMD, penguatan kerukunan bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta membuka ruang bagi MUI menjadi mitra yang kritis dan konstruktif.