Ledakan di Markas UNIFIL Lebanon Tewaskan Seorang Personel, Satu Terluka Parah

Seorang pasukan penjaga perdamaian PBB tewas dan satu lainnya kritis setelah ledakan di posisi UNIFIL di Lebanon selatan. (Anadolu Agency)

Ledakan di Markas UNIFIL Lebanon Tewaskan Seorang Personel, Satu Terluka Parah

Willy Haryono • 30 March 2026 07:14

Beirut: Seorang personel pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) tewas dan satu lainnya terluka parah setelah sebuah proyektil meledak di posisi mereka di Adchit al-Qusayr, Lebanon selatan.

UNIFIL menyatakan belum diketahui asal proyektil tersebut dan saat ini penyelidikan sedang dilakukan.

“Kami tidak mengetahui asal proyektil. Kami telah meluncurkan investigasi untuk mengetahui keseluruhan situasinya,” ujar pernyataan UNIFIL, dikutip dari TRT World, Senin, 30 Maret 2026.

Sebelumnya, kantor berita resmi Lebanon (NNA) melaporkan bahwa serangan artileri menghantam markas pasukan perdamaian PBB di Lebanon, termasuk yang menampung kontingen Indonesia.

NNA melaporkan bahwa beberapa personel pasukan penjaga perdamaian terluka akibat serangan tersebut. Kewarganegaraan para korban luka tidak disebutkan.


UNIFIL bertugas memantau situasi keamanan di sepanjang garis demarkasi antara Lebanon dan Israel, yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi pusat bentrokan antara pasukan Israel dan kelompok Hizbullah.

Misi tersebut dijadwalkan berakhir pada 2026, namun dalam beberapa tahun terakhir kerap terdampak eskalasi konflik di wilayah tersebut.

Sebelumnya pada 6 Maret, markas batalion penjaga perdamaian asal Ghana di Lebanon juga dilaporkan terkena serangan rudal yang melukai dua personel secara kritis.

Militer Israel kemudian mengakui bahwa tembakan tanknya mengenai posisi PBB saat merespons serangan rudal anti-tank dari Hizbullah.

UNIFIL kembali menyerukan semua pihak untuk mematuhi hukum internasional dan memastikan keselamatan personel serta fasilitas PBB.

Baca juga:  Israel Serang Markas Pasukan PBB Kontingen Indonesia di Lebanon, Beberapa Terluka

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)