Jurnalis Palestina yang tewas diserang Israel di Gaza. Foto: Anadolu
CPJ: Israel Jadi Pemenjara Jurnalis Terbanyak Ketiga Dunia
Muhammad Reyhansyah • 30 January 2026 18:10
New York: Lebih dari 300 jurnalis masih dipenjara di seluruh dunia untuk tahun kelima berturut-turut, dengan Israel menempati peringkat ketiga sebagai negara dengan jumlah pemenjaraan jurnalis terbanyak, menurut sensus tahunan Komite untuk Melindungi Jurnalis (CPJ).
“Untuk tahun kelima berturut-turut, lebih dari 300 jurnalis dipenjara di seluruh dunia hingga akhir 2025, menurut sensus penjara tahunan CPJ. Angka yang memecahkan rekor ini mencerminkan meningkatnya otoritarianisme dan eskalasi konflik bersenjata di berbagai belahan dunia,” demikian laporan CPJ’s 2025 Prison Census, dikutip dari Anadolu, Jumat, 30 Januari 2026.
“Sering kali, jurnalis ditahan dalam kondisi kejam dan mengancam nyawa, sebuah ‘kuburan bagi yang masih hidup,’ sebagaimana digambarkan oleh seorang mantan tahanan Palestina,” tambah laporan itu.
Israel tercatat menahan 29 jurnalis hingga 1 Desember, atau sekitar 9 persen dari total jurnalis yang dipenjara di dunia.
“Sering kali, jurnalis dipenjara dengan tuduhan yang tidak diungkapkan atau ditahan tanpa dakwaan melalui penahanan sewenang-wenang, bertentangan dengan hukum internasional. Sementara warga negara Israel menikmati sejumlah hak dan kebebasan sipil, para ahli hukum mengidentifikasi standar keadilan yang sangat berbeda bagi warga Palestina di wilayah pendudukan,” tulis CPJ.
Organisasi tersebut juga mencatat bahwa Israel telah menangkap lebih dari 90 jurnalis selama berlangsungnya perang.
Tiongkok Teratas dalam Daftar
Tiongkok kembali menduduki posisi teratas sebagai pemenjara jurnalis terburuk di dunia untuk tahun ketiga berturut-turut, dengan 50 jurnalis dipenjara atau sekitar 15 persen dari total global. Myanmar naik ke peringkat kedua dengan 30 jurnalis ditahan, meningkat dari posisi ketiga pada 2024.CPJ menemukan bahwa 10 negara teratas dalam daftar pemenjara jurnalis menyumbang hampir 75 persen dari total 330 jurnalis yang dipenjara di seluruh dunia. Azerbaijan kembali masuk dalam 10 besar untuk pertama kalinya sejak 2018, dengan 24 jurnalis dipenjara, hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya seiring tindakan keras berbulan-bulan terhadap media independen.
Jumlah jurnalis yang dipenjara di Rusia, Myanmar, Belarus, Mesir, dan Eritrea tercatat relatif stabil dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir.
“Meski 2025 mencatat sedikit penurunan jumlah jurnalis yang dipenjara dibandingkan rekor 384 orang pada 2024, angkanya tetap tinggi. Sudah lebih dari satu dekade sejak jumlah jurnalis yang dipenjara berada di bawah 200,” tulis CPJ.
Menurut sensus yang dilakukan setiap tahun pada pukul 00.01 tanggal 1 Desember, lebih dari sepertiga jurnalis yang dipenjara menjalani hukuman lebih dari lima tahun. Hampir separuh belum pernah dijatuhi vonis, dan 26 persen telah ditahan tanpa putusan pengadilan selama lima tahun atau lebih, praktik yang dinilai CPJ melanggar hukum internasional yang mewajibkan persidangan adil tanpa penundaan berlarut.
“Penurunan kualitas demokrasi secara global dan melemahnya perlindungan hak asasi manusia telah membuka jalan bagi pemimpin otoriter lama maupun baru untuk menekan kebebasan pers dalam beberapa tahun terakhir,” tegas laporan tersebut.