Pohon tumbang akibat terjangan badai dahsyat di Selandia Baru. (Anadolu Agency)
Badai Dahsyat Lumpuhkan Listrik Ribuan Rumah di Selandia Baru
Muhammad Reyhansyah • 16 February 2026 19:39
Wellington: Badai dengan hujan deras dan angin kencang melanda Selandia Baru pada Senin, 16 Februari 2026, mengganggu layanan penerbangan serta menyebabkan puluhan ribu rumah dan properti di Pulau Utara kehilangan aliran listrik.
Menurut laporan Radio New Zealand (RNZ), lebih dari 30.000 properti terdampak pemadaman setelah angin kencang merobohkan pepohonan dan jaringan listrik di sebagian besar wilayah selatan Pulau Utara. Perusahaan penyedia listrik Powerco juga mencatat sekitar 23.000 gangguan pada jaringannya, termasuk kira-kira 10.000 di kawasan Wellington saja.
Gambar yang beredar di internet memperlihatkan lingkungan semi-perdesaan terendam banjir, rumah-rumah tergenang air, serta sejumlah ruas jalan rusak setelah air surut.
Dilansir dari Anadolu Agency, Senin, 16 Februari 2026, kawasan Manawatu-Whanganui dilaporkan menjadi salah satu daerah paling parah terdampak dan kini berada dalam status keadaan darurat. Evakuasi juga dilakukan di Lincoln Road di Masterton akibat ancaman pohon tumbang.
Asisten komandan wilayah Wairarapa, Ian Wright, menyebut malam sebelumnya dipenuhi panggilan darurat terkait cuaca dan situasi tersebut masih berlangsung. Ia memperingatkan bahwa pohon tumbang tetap menjadi bahaya utama.
Ia mengatakan pohon-pohon berakar dangkal di Lincoln Road “sangat, sangat tidak stabil, sehingga kedua jalan telah ditutup dan warga dievakuasi.”
Lima distrik yang meliputi Manawatu, Rangitikei, Tararua, Waipa, dan Otorohanga juga telah ditetapkan dalam status darurat.
Maskapai nasional Air New Zealand membatalkan sejumlah penerbangan dari dan menuju beberapa pusat kota besar, termasuk ibu kota Wellington, akibat terpaan angin kuat.
“Kami menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dan terus memantau kondisi secara ketat, dengan angin diperkirakan mereda pada pagi hari ini ketika kami berharap dapat melanjutkan layanan,” kata kepala operasi Alex Marren.
Embusan angin di pesisir timur bagian selatan Pulau Utara tercatat mencapai hingga 240 kilometer per jam, termasuk di Cape Turnagain. Sementara itu, wilayah dataran tinggi Wellington mencatat hembusan hingga sekitar 190 km/jam dan sekitar 130 km/jam di area kota.
Cuaca buruk berupa angin kencang dan hujan deras diperkirakan masih akan melanda bagian selatan Pulau Utara sebelum perlahan bergerak ke selatan pada Senin.
Baca juga: Anak-Anak Dilaporkan Hilang dalam Longsor di Perkemahan Selandia Baru