Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Prabowo: Jaga Memori dan Identitas

Presiden Prabowo Subianto meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Jateng. Foto:Youtube Setpres.

Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Prabowo: Jaga Memori dan Identitas

Anggi Tondi Martaon • 30 July 2026 11:56

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah (Jateng). Kepala Negara menilai langkah tersebut untuk menjaga memori bangsa.

"Menjaga dan melestarikan stasiun tawang ini tidak hanya menjaga bangunan, tapi juga menjaga identitas dan memori perjalanan kita," kata Prabowo dikutip dari Youtube Setpres, Kamis, 30 Juli 2026.

RI 1 menegaskan bangsa yang besar tidak boleh melupakan sejarahnya. Terlebih, Indonesia melalui perjalanan panjang, mulai dari penjajahan, kemerdekaan, hingga saat ini. 

"Oleh karena itu penting juga bagi kita untuk melestarikan semua yang kita miliki, walaupun itu dari zaman dahulu. Kita harus melestarikan kuil-kuil, bangunan-bangunan ratusan tahun lalu karena itu bagian dari identitas kita," ungkap Prabowo.

Presiden kedelapan Indonesia itu mengapresiasi PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang telah merevitalisasi Stasiun Semarang Tawang. "Saya ucapkan terima kasih kepada Dirut PT KAI mengambil langkah cepat dan tanggap," ujar Prabowo.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT KAI Bobby Rasyidin menjelaskan, Stasiun Semarang Tawang dibangun pada 1911. Fasilitas tersebut mulai beroperasi pada 1914.

"Tentunya ini meninggalkan sejarah yang panjang bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia," kata Bobby.

Bobby menjelaskan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang dilakukan sesuai arahan Prabowo. Pengerjaan revitalisasi dilakukan dalam 330 hari.

Menurut dia, ada sejumlah tahap pengerjaan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang. Salah satunya pada bagian fasad, hall, sisi timur dan barat.

Direktur Utama (Dirut) PT KAI Bobby Rasyidin. Foto: Youtube Setpres.

Selain itu, revitalisasi dilakukan dengan mengembalikan bentuk Stasiun Semarang Tawang ke kondisi semula pada zaman penjajahan. Hal itu dilakukan berbekal referensi dari foto dari zaman Belanda.

"Sehingga dengan demikian bangunan yang sudah berumur 112 tahun ini dapat kita jaga kelestarian dan jejak sejarahnya," ujar Bobby.

Peresmian tersebut dihadiri Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menlu Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri ATR Nusron Wahid, Seskab Teddy Indra Wijaya, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, dan sejumlah pejabat lainnya.

Stasiun Semarang Tawang pada Semester I tahun ini telah melayani lebih dari 2 juta penumpang. Tahun lalu itu total sekitar 3,8 juta penumpang, jadi peningkatannya itu lebih dari 22 persen setiap tahun. 

(Anggi Tondi)