KSP membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 di Soreang, Jawa Barat. (Metrotvnews.com/Roni K)
Buka MPLS, KSP Dudung Pastikan Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Soreang Siap Beroperasi
Roni Kurniawan • 5 August 2026 15:22
Bandung: Kepala Kantor Staf Kepresiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman memastikan kesiapan operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, telah mencapai hampir 100 persen. Kepastian itu disampaikan saat membuka secara resmi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) gelombang kedua di sekolah tersebut, Rabu, 5 Agustus 2026.
Dudung mengatakan, pembukaan MPLS menjadi bagian dari tahapan awal sebelum proses pembelajaran berjalan penuh di Sekolah Rakyat. Pemerintah ingin memastikan seluruh aspek pendukung pendidikan telah siap sehingga para siswa dapat mengikuti kegiatan belajar dengan optimal.
"Selaku Kepala Staf Kepresidenan, hari ini saya membuka secara resmi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di Kabupaten Bandung," kata Dudung.
Menurut Dudung, Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 menampung sekitar 560 siswa dari jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas. Para siswa tersebut berasal dari delapan sekolah rintisan yang kini dipusatkan dalam satu kawasan pendidikan.
Baca Juga :
Kisah Haru Anak Penjual Ayam Goreng Lolos Sekolah Rakyat dan Kejar Cita-cita Jadi Dokter
"Secara umum kesiapan sudah hampir 100 persen. Tinggal beberapa sarana dan prasarana pendukung yang masih dalam proses penyelesaian. Namun secara kategori sekolah ini sudah siap untuk operasional pendidikan," ujar Dudung.
Dudung menambahkan, pemerintah masih memfokuskan perhatian pada pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik. Kekurangan guru yang masih terjadi akan segera diatasi melalui proses rekrutmen oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung optimal.
"Salah satu yang masih menjadi perhatian adalah kebutuhan tenaga guru. Kekurangan guru ini akan segera dipenuhi melalui rekrutmen oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah," tutur Dudung.
.jpg)
KSP membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 di Soreang, Jawa Barat. (Metrotvnews.com/Roni K)
Selain kesiapan tenaga pengajar, Dudung juga menyoroti proses adaptasi peserta didik, khususnya siswa kelas 1 SD yang masih membutuhkan pendampingan. Menurut Dudung, konsep Sekolah Rakyat dirancang untuk membangun budaya saling membantu antarsiswa melalui keterlibatan siswa SMP dan SMA dalam mendampingi adik-adiknya.
"Justru di sinilah konsep kebersamaan dibangun. Nantinya siswa SMA dan SMP akan ikut membimbing adik-adiknya," sahut Dudung.
Dudung optimistis pelaksanaan MPLS gelombang kedua dapat berjalan lancar. Sekolah-sekolah yang telah lebih dahulu menjadi sekolah rintisan diharapkan mampu menjadi contoh bagi sekolah yang baru bergabung, sehingga proses adaptasi berlangsung lebih cepat.
"Saya rasa secara umum tidak ada kendala berarti, terutama bagi sekolah-sekolah yang sudah menjadi sekolah rintisan. Sementara untuk yang baru bergabung, mereka akan dibina oleh para siswa senior. Mudah-mudahan seluruh proses berjalan lancar," ungkap Dudung.